Polisi Gagalkan Penyeludupan 29 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi di Riau

publicanews - berita politik & hukumPenangkapan tersangka Syafrizal (kemeja hitam) beserta barang bukti sabu dan pil esktasi di Mapolda Riau. (Foto: Divhumas Polri)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi.

Karo Penmas Brigjen M Iqbal mengatakan pengukapan itu berawal dari adanya informasi dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman paket sabu via darat dari Pekanbaru menuju Jakarta.

"Tim yang dipimpin langsung Wadir Resnarkoba Polda Riau AKBP Andri langsung melakukan penyelidikan dengan cara melakukan mapping terhadap terduga tersangka di wilayah Pekanbaru," ujar Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (13/5).

Iqbal menjelaskan pada Rabu (9/5) sekitar pukul 11.00 WIB tersangka telah bergerak menuju Pelalawan sehingga Wadir Resnarkoba dan tim segera melakukan pengejaran.

"Wadir Resersenarkoba segera menghubungi Kapolres Inhu dan Kasat Resnarkoba Polres Tembilahan untuk dilakukan pencegahan agar tersangka berhasil ditangkap," Iqbal menjelaskan.

Tersangka saat itu berhasil lolos dari razia yang dilakukan Polres Inhu. Namun tersangka tidak dapat lolos untuk kedua kalinya, tim Polsek Kemuning, Tembilahan, berhasil meringkus mereka sekitar pukul 18.20 WIB.

Iqbal mengatakan pada saat razia itu tim Polsek Kemuning mencurigai sebuah kendaraan mobi Ertiga D 1544 ACJ yang dikemudikan Syafrizal sehingga dilakukan pengamanan dan menunggu Andri beserta timnya tiba.

"Andri beserta timnya datang ke Polsek Kemuning sekitar jam 23.30 dan langsung melakukan penggeledahan terhadap kendaraan Ertiga tersebut," ujar Iqbal.

Dalam pengeledahan tersebut, Iqbal menjelaskan, berhasil ditemukan sabu yang dikemas dalam bungkusan teh cina bertuliskan YUSHAN sebanyak 29 bungkus dengan berat 1 kg setiap bungkus dan pil ekstasi sebanyak 20 ribu yang dibungkus dalam bungkusan warna putih sebanyak empat bungkus.

"Barang tersebut disembunyikan dalam sebuah tiga kotak yang telah dimodifikasi yang berada di bagian bawah mobil, satu di bagian tengah dan dua dibagian belakang tempat ban serep berada," Iqbal menjelaskan.

Iqbal mengatakan barang bukti dan tersangka sudah dibawa ke Dit Resnarkoba Polda Riau untuk dilakukan pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut.

"Dalam hal ini tersangka akan dikenakan pasal 114 ayat 2 jo pasal 112 ayat2 UU RI NO 35 Tahun 2009 tentag Narkotika, dengan kurungan penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama seumur hidup dengan denda paling banyak 10 miliar ditambah 1/3," ujar Iqbal. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top