Walau Risiko Tinggi, Narkotika Tetap Bisnis Menggiurkan

publicanews - berita politik & hukumTersangka Joni alias Marvin Tandiono memperagakan saat mengeluarkan narkoba dari dalam mesin cuci. (Foto: Publicanews/Putra)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan, peredaran narkotika tidak hanya menjadi masalah bagi Indonesia, melainkan juga seluruh belahan dunia.

"Narkotika ini bisnis besar, di Amerika juga jadi problem, di Eropa menjadi problem, di semua belahan dunia jadi problem," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2).

Jaringan narkotika seakan tidak berhenti, meski para pelaku yang terlibat menyadari risiko yang sangat tinggi. Menurutnya hal ini karena narkotika merupakan bisnis yang sangat menggiurkan bagi banyak orang.

"Kenapa bisnis narkoba ini bisnis yang menggiurkan, crime does pay. Jadi kejahatan narkotika dianggap menguntungkan dibanding risikonya," Tito menambahkan.

Berbagai cara dilakukan jaringan untuk menyelundupkan narkotika ke Indonesia, mulai dari menggunakan barang-barang tertentu hingga modus body wraping sampai ditelan (swallow) pun dilakukan para pelaku.

"Mereka kembangkan modus operandi baru untuk mengelabui petugas. Kita lihat mulai tadinya di dalam tas, dimakan dalam perut banyak terungkap. Mereka cari modus baru, sekarang mesin cuci --ini modus baru-- dianggapnya cuma mesin cuci lewat custom (pabean), dikelabui," ujar Kapolri.

Tito menegaskan Polri akan mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi masuknya narkotika. Salah satunya dengan menyiagakan anjing pelacak. "Tidak menutup kemungkinan mereka berusaha mengelabui aparat hukum mulai dari kepolisian, Bea Cukai, dan instansi lain karena ini bisnis besar," katanya. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top