Begini Cara WN Malaysia Onglay Menyelundupkan Narkoba

publicanews - berita politik & hukumMesin cuci yang telah diisi narkoba jenis sabu dan ekstasi. (Foto: Publicanews/Putra)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi menembak mati Lim Toh Hing alias Onglay yang mengendalikan jaringan penyelundupan narkoba internasional Malaysia-Jakarta.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Onglay ditembak oleh petugas karena berusaha kabur saat dibawa ke gudang di Harapan Dadap Jaya, Kosambi, Tanggerang. yang dijadikan tempat penyimpanan narkoba.

"Jadi Onglay ini sudah menyelundupkan narkoba ke Indonesia sebanyak enam kali yang diantaranya tiga kali berhasil tiga kali gagal," kata Tito di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2).

Tiga penyelundupan yang berhasil dilakukan lewat perusahaan berbeda. Pada 21 Oktober 2016, warga Negara Malaysia itu menggunakan importir PT LMAP Bandung. Pada 30 Januari 2017 lewat PT PPS Jakarta, dan 3 Maret 2017 melalui PT MGM Jakarta.

"Tiga kali penyeludupan tersebut Onglay berhasil mengelabui polisi dengan menyembunyikan narkoba di mesin cuci," Tito menjelaskan.

Pada kali keempat, masih dengan modus sama, aksi Onglay terendus. Petugas Polres Metro Jakarta membuntuti pengiriman kontainer berisi narkoba ke sebuah gudang di Bogor, Jawa Barat, pada 28 November 2017.

Demikian pula saat Onglay memasukkan narkoba ke gudang yang sama pada 2 Januari 2018. "Polres Metro Jakarta Utara sekali lagi berhasil menyita sabu seberat 1.998 gram dan uang tunai Rp 2 miliar lebih," ujar Kapolri.

Pada 7 Februari lalu, Onglay mengirim narkoba ke gudang yang loain, yakni di Kosambi tersebut. "Kali ini tim Satgasus yang berhasil mengungkap dan menangkap beberapa tersangka, sekaligus menyita 239.785 gram sabu dan ekstasi 30.000 butir," kata Tito.

Tim Satgasus masih mengejar beberapa pelaku yang diduga terlibat jaringan narkoba tersebut. "Polri juga sudah bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia untuk mencari DPO yang berada di Malaysia," Tito menegaskan. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top