BNN Gagalkan Pengiriman 40 Kg Sabu Malaysia di Aceh

publicanews - berita politik & hukumBarang bukti 40 kg sabu asal Malaysia yang dikemas dalam bungs teh Cina yang disita BNN. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan 40 kilogram sabu asal Malaysia. Penangkapan dilakukan di kawasan Aceh Timur pada Kamis (11/1).

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, petugas mengintai selama dua hari, yakni 10-11 Januari, sebelum meringkus empat tersangka yang diduga sebagai kurir.

"Empat pelaku ini ditangkap di lokasi berbeda. Pertama, Ramli kita tangkap di Desa Bagok Panah, Darul Aman, Aceh Timur, beserta barang bukti sabu seberat 30 kg," ujar Arman di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (12/1).

Sedangkan tiga tersangka lainnya, yakni Amri, Junaidi, dan Syaifinur dicokok di alur sungai Desa Bantayan, Nurusalam, Aceh Timur. Dari mereka petugas BNN menemukan barang bukti 10 kilogram sabu.

Sabu tersebut dibawa dari Malaysia. Sesampai Aceh, sabu dipecah dua dan dibawa oleh dua tim. Mereka menggunakan perahu cepat atau speedboat menuju Idi Rayeuk.

"Sabu-sabu ini dari Penang, Malaysia, diselundup lewat jalur air membawa 10 kg sabu dan yang 30 kg dikubur di perkarangan rumah di Desa Bagok," Arman menjelaskan.

Keempat tersangka ini diduga kaki tangan dari pengedar asal Malaysia. Adapun sabu berasal dari Tiongkok, dibungkus menggunakan kemasan teh bermerek Guanyimang. "Paket sabu ini dari Cina transit ke Malaysia, modusnya pengiriman teh," Arman menambahkan.

Petugas juga menyita sepeda motor, speedboat, dan beberapa alat komunikasi beserta GPS-nya. BNN juga berkoordinasi dengan Kepolisian Diraja Malaysia untuk menangkap pelaku DEK dan BAT. Keduanya diduga pengendali jaringan tersebut. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top