Kriminalitas Batam

Penyeludupan 55 Kg Daun Bahan Ekstasi Digagalkan

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi daun Katinon, bahan baku ekstasi. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Batam - Polda Kepri bersama Bea Cukai Batam menangkap Yatrika Faradiba yang berusaha menyelundupkan 55 kilogram daun katinon, Senin (8/1). Daun ini bila diekstrak akan menjadi bahan baku ekstasi. Kasus daun katinon ini mulai dikenal setelah kasus artis Raffi Ahmad.

Menurut Kabid BKLI Bea dan Cukai Batam Raden Evy Suhartantyo, pengungkapan ini berawal dari kecurigaan saat melakukan pemeriksaan paket yang berasal dari Ethiopia tujuan Batam melalui pengiriman PT Pos Indonesia.

"Petugas yang bertugas di Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta, mencurigai kiriman 5 kardus dengan alamat tujuan Batam," kata Evy kepada wartawan di kantornya, Kamis (11/1).

Evy menambahkan, petugas kantor pos langsung memberikan informasi pada Bea-Cukai Batam. "Petugas Bea Cukai Batam yang dibantu aparat gabungan lainnya langsung menindak lanjuti laporan tersebut," Evy menambahkan.

Menurutnya, paket itu dikirim melalui beberapa negara, seperti India, Thailand, Malaysia, dan Jakarta. Dari Jakarta, paket sampai ke Kantor Pos Batam Center sesuai alamat yang tertera.

Yatrika adalah orang yang menerima paket tersebut. Ia warga Batam yang tinggal di perumahan di Kecamatan Sekupang.

"Pengirim diduga kuat jaringan internasional warga negara Yaman, tinggal di Malaysia untuk memonitor setiap pengiriman barang narkotika untuk diselundupkan masuk ke Indonesia," kata Evy.

Yatrika sudah 12 kali mengambil barang ini dan lolos dari pengawasan petugas. Kini ia dan barang bukti diserahkan ke Polda Kepri untuk ditindaklanjuti.

"Tersangka akan dikenakan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 113 ayat 2 UU Narkoba dengan ancaman maksimal hukuman mati," ujarnya. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top