Ansorul Huda, SH MH

Hak Jawab Dosen Unej RH Melalui Kuasa Hukumnya

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
Oleh: Pengantar Redaksi:
Dosen Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, inisial RH, ditahan di Mapolres Jember atas tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap keponakannya yang berusia 16 tahun. Berikut ini hak jawab terlapor melalui kuasa hukumnya:

Ansorul Huda, SH MH

SEJAK awal, klien kami (RH) menghormati dan mengikuti proses hukum dengan terlebih dahulu mengedepankan mediasi. Karena mediasi gagal, kita sudah menyiapkan beberapa langka hukum.

Mediasi gagal karena ibu pelapor menutup pintu rapat rapat kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Sejak awal kami merasakan ibu pelapor ingin menghabisi karier terlapor sebagai akademisi sekaligus memenjarakan terlapor. Ibu pelapor sama sekali tidak melihat sedikit pun kebaikan pada terlapor yang sudah dititipi putrinya sejak kelas 1 SD karena ibu pelapor bercerai dengan suaminya karena ibu pelapor kabarnya diduga berselingkuh.

Kami juga melihat kasus ini diduga ditunggangi kepentingan politik dan persaingan karier akademik. Kasus ini digoreng sedemikian rupa dengan tujuan menyingkirkan terlapor dari jabatannya saat ini sebagai kaprodi S2 di kampusnya. Maklum terlapor adalah dosen muda yang karier akademiknya bisa dibilang rising star. Ini bisa dilihat gerakan gerakan yang diduga dilakukan secara sistematis untuk menekan polisi agar memenjarakan terlapor dan membuat rilis-rilis dan mengirim ke sejumlah media dengan mengabaikan asas praduga tidak bersalah.

Klien kami, terlapor, sesungguhnya menjadi korban akibat penelantaran anak yang dilakukan orang tuanya. Pelapor sesungguhnya ingin tinggal dengan ibunya tapi oleh bapaknya dipaksa dititipkan kepada keluarga terlapor. Istri terlapor adalah adik kandung ayah pelapor.

Unej Bebas Tugaskan Dosen Tersangka Pencabulan Anak

Ibu pelapor yang terlanjur dendam dg pelapor kemudian diduga ingin membalaskan dendamnya. Padahal terlapor selama ini tidak pernah menghalang halangi pelapor bertemu dengan ibunya. Buktinya saat liburan Desember lalu pelapor diijinkan ke rumah ibunya di Jakarta.

Pelapor yang karena ingin tinggal bersama ibunya kemudian mencari cara supaya bisa keluar dari rumah terlapor. Makanya kemudian kami menduga tuduhan kepada klien kami adalah rekayasa pelapor. Kami punya bukti bukti yang akan kami sampaikan di pengadilan.

Yang penting juga kami sampaikan agar persepsi publik tidak salah bahwa tidak ada penetrasi terhadap tuduhan kepada RH. Klien kami hanya sekali memegang bagian dada pelapor karena pelapor mengaku bagian dadanya sakit. Klien kami khawatir ada gejala dini kanker atau tumor payudara. Ternyata kejadian ini direkam pelapor dg hpnya yang kemudian dilaporkan ke polisi bersama ibu kandungnya.

Sampai saat ini tidak ada hasil visum yang menunjukkan kegadisan korban yang berumur 17 tahun itu ternoda.

Mari kita junjung bersama asas praduga tak bersalah sebelum ada putusan tetap dari pangadilan. Kami tim.kuasa hukum terus memantau konten konten di media online dan media sosial yang bisa menjurus ke delik pidana seperti diatur dalam UU ITE.***

Ansorul Huda, SH MH
Tim Kuasa Hukum RH

*) Konten di Rubrik Publicana merupakan tulisan dan opini pengirim yang dimuat oleh Redaksi Publicanews.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top