Sabit Irfani

Kelahiran Pancasila: Keadilan Sosial Sebagai Tujuan Negara di Masa Pandemi

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
Oleh: Sabit Irfani

PANCASILA sudah menjadi kesepekatan para pendiri bangsa sebagai arah dan tujuan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Salah satu tujuan dari Indonesia adalah mewujudkan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam sila kelima Pancasila, yaitu 'Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia'. Namun apakah yang hendak diwujudkan dalam sila ke lima Pancasila tersebut sudah tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara hari ini?

Permasalahan yang sebenarnya terjadi bukan ada atau tidak adanya suatu keadilan akan tetapi lebih dikarenakan formulasi terkait terciptanya suatu keadilan. Mengapa demikian? Hal itu karena berbicara keadilan tergantung pada kacamata yang digunakan untuk melihat keadilan tersebut. Misalnya dilihat dari kacamata etika dan moral, keadilan menjadi tolok ukur nilai yang sangat dijunjung tinggi oleh seluruh lapisan kehidupan masyarakat. Pada tingkat operasional di dalam masyarakat masalahnya menjadi sangat kompleks dan sulit serta sering tidak mudah diterima oleh berbagai kalangan masyarakat.

Pada tingkat individu, keadilan juga sulit diformulasikan. Makin sulit menemukan orang yang benar-benar memegang keadilan sebagai nilai kehidupan dan moralitas yang dijunjung tinggi.

Kemunculan kapitalisme di lapangan perekonomian menyebabkan terjadinya kesenjangan dalam distribusi sumber sumber kemakmuran. Hal tersebut berdampak pada disparitas sosial ekonomi yang tajam dan tidak dapat dipecahkan oleh negara yang difungsikan secara minimal hanya sebagai negara hukum formal saja. Negara tidak bisa lepas dari tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. Oleh karena itu negara bergeser dari negara hukum formal ke negara hukum material yang secara aktif harus melaksanakan upaya upaya untuk membangun dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dengan cara mengatur kehidupan sosial ekonomi.

1 Juni sebagai hari yang diyakini bangsa Indonesia sebagai hari lahirnya pancasila seharusnya menjadi momentum dalam merefleksikan tujuan bernegara dalam sila kelima pancasila. Di sisi lain dalam masa pandemi seperti ini setidaknya ada 3 bentuk keadilan yang dapat diwujudukan yaitu, Pertama, Keadilan dalam hubungan ekonomi antara manusia perseorangan, dengan senantiasa memberikan kepada sesamanya apa yang semestinya diterima sebagai haknya. Hal ini yang menghadirkan keadilan tukar menukar.

Kedua, Keadilan dalam hubungan ekonomi antara manusia dengan masyarakat, dengan senantiasa memberikan dan melaksanakan segala sesuatu yang memajukan kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

Hal inilah yang melahirkan keadilan sosial ketiga. Keadilan dalam hubungan ekonomi antara masyarakat dengan warga negaranya, dengan senantiasa membagi segala kenikmatan dan beban secara merata sesuai dengan sifat dan kepasitasnya masing masing. Hal inilah yang menghadirkan keadilan distributif.

Sabit Irfani
Lingkar Kajian Demokrasi dan HAM

*) Konten di Rubrik Publicana merupakan tulisan dan opini pengirim yang dimuat oleh Redaksi Publicanews.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top