Jumisih, KPBI

Bayarkan Upah Buruh PT Amos Selama Dirumahkan

publicanews - berita politik & hukumDemo upah buruh. (Foto: Antara)
Oleh: Jumisih

MULAI tanggal 10 April 2020, manajemen PT Amos Indah Indonesia yang berlokasi di KBN Cakung Jakarta Utara men-stop produksinya dan merumahkan 800-an buruh selama 2 minggu. Alasan merumahkan karena ordernya berkurang sejak pandemi Covid-19.

Sayangnya kebijakan tersebut tidak diikuti dengan pembayaran upah buruhnya. Padahal selama ini mereka bertahan hidup dengan menggantungkan hidupnya dari upah kerjanya. Artinya selama mereka dirumahkan mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan harian mereka seperti makan, biaya kost dan lain sebagainya. Perusahaan menyatakan rugi dalam situasi pandemi. Padahal sudah bertahun-tahun mereka bekerja menciptakan keuntungan besar untuk perusahaan. Dan mereka punya hak atas keuntungan yang mereka buat sebelum pandemi. Hanya untuk makan selama mereka diliburkan.

Saat dihubungi oleh pihak buruh, baik pihak Kementerian tenaga kerja, Dinas Tenaga Kerja DKI, dan Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara hanya memberikan arahan untuk mengisi form pengaduan terkait Covid-19 ini. Padahal yang kami butuhkan adalah ada ketegasan pemerintah untuk melindungi upah buruh selama di rumahkan. Sampai Rillis ini disebar, kami masih berupaya melakukan perundingan dengan Management.

Kami Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) menuntut untuk dibayarkan upah buruh selama dirumahkan, lindungi dan penuhi hak kami sebagai pekerja.

Terima kasih
9 April 2020

Jumisih
Ketua Umum Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP)

*) Konten di Rubrik Publicana merupakan tulisan dan opini pengirim yang dimuat oleh Redaksi Publicanews.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top