M Ridha Saleh

Tangguh di Hari yang Sulit

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi. (Foto: vectorstock.com)
Oleh: M Ridha Saleh

INI adalah hari-hari yang sangat sulit untuk kita semua, kita sama-sama sedang berjuang dan saling menolong untuk melawan coronavirus, tapi bukan untuk menyokong dan membesarkan industri farmasi di dunia. Kita adalah pekerja, tetapi pemerintah merumahkan kita bukan berarti kita di-PHK, dari rumah kita tetap bahkan diharuskan bekerja.

Kita juga diminta untuk menjaga jarak antar sesama, bukan berarti kita mengabaikan solidaritas, bahkan naluri sosial kita tetap bersolidaritas, membantu sesama, bahkan dipaksa berfikir serta berinisiatif bagaimana cara kita segera keluar dari krisis yang mulai mengarah ke multi dimensional.

Rumah sakit kita memang terbatas, tapi semangat dan upaya untuk melawan coronavirus tidak boleh terbatas. Dengan demikan kita masih punya banyak kesempatan untuk mengambil tindakan dengan segera membantu tenaga medis yang ada di rumah sakit dengan mengirimkan apa saja yang mereka butuhkan.

Kalau bisa kita juga segera mengambil bahagian di Kelurahan dan Desa untuk mengaktifkan secara layak puskesmas dan rumah pelayanan dan kesehatan, melakukan tindakan isolasi lokal sebisa mungkin yang bisa kita lakukan untuk membantu sesama.

Desak pemerintah segera mengeluarkan kebijakan, mengambil alih dan menunjuk UMKM untuk memproduksi secara masal APD yang sesuai dengan standar kesehatan, biar kita tidak impor melulu. Negara kita berdasarkan data BPS punya puluhan juta UMKM dan dari jutaan UMKM itu pasti banyak yang bisa membuat APD.

Kita memang menyesalkan tindakan pemerintah yang telah mengulur waktu selama 2 bulan sejak Coronavirus ini menggempur Wuhan. Kita juga sangat menyesalkan dalam rentang waktu tersebut beberapa pejabat Menteri kita nyinyir terhadap coronavirus ini, yang membuat kita akhirnya tergopoh-gopoh menghadapi coronavirus saat ini. Tapi itu tidak perlu kita sesali, waktunya kita tangguh.

Setiap hari kita dicengangkan dengan angka-angka yang terus bertambah terhadap saudara kita yang terpapar coronavirus. Jika saja coronavirus ini berbentuk, aparat keamanan kita sudah pasti akan menembak mati mereka. Tapi apa mau dikata perlengkapan senjata mesin kita tidak ada artinya sama sekali dalam melawan viruscorona.

Di sekitar kita, di tempat lain mungkin banyak sekali orang yang sudah masuk dalam kategori ODP, PDP bahkan, yang sudah positif terpapar Coronavirus mungkin tersebar dimana-mana, mereka belum ketahuan saja atau mereka tidak mau datang diperiksa kesehatanya bahkan untuk ikut rapid test. Tapi yakinlah bahwa mereka mungkin sedang berjuang sendiri untuk mencegah dan menyembuhkan bahkan dengan cara mereka sendiri untuk melipatgandakan self immunity-nya.

Mari berkeyakinan bahwa kita dan keluarga serta saudara-saudara yang berada di rumah bahkan mereka yang masih keluar rumah untuk mempertahankan hidupnya pasti masih dan tetap waspada serta menaruh perhatian sungguh-sungguh untuk melawan coronavirus ini.

Dalam situasi seperti ini kita harus tetap kritis, sebenarnya yang sedang menakut-nakuti kita saat ini bukan hanya coronavirus. Coronavirus memang tidak bisa dilihat, tapi keadaan bisa kita lihat, dan jika kita lengah, keadaan itulah yang lebih berbahaya daripada coronavirus.

Hormat Selalu
M Ridha Saleh
Pemerhati lingkungan

*) Konten di Rubrik Publicana merupakan tulisan dan opini pengirim yang dimuat oleh Redaksi Publicanews.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top