Seknas Jokowi

Catatan Kecil Pasca Pelantikan Kabinet

publicanews - berita politik & hukumJoko Widodo dan Prabowo Subianto dalam deklarasi pemilu damai di Monas, Jakarta, 23 September 2018. (Foto: Istimewa)
Oleh: Dono Prasetyo
 
KETUA Umum Partai Gerindra akhirnya jadi juga dilantik sebagai Menteri Pertahanan (Menhan), rasanya belum percaya bila namanya benar-benar ada dalam daftar Kabinet Kerja jilid II. Masih terngiang di telinga, bagaimana berisiknya tempo hari saat kampanye menjelang Pilpres April 2019. Begitulah, dinamika politik begitu tinggi, dua kubu yang dulu saling berhadapan, kini bisa berangkulan mesra seolah sahabat lama.
 
Satu hal yang pasti, hak prerogatif Presiden Jokowi telah berjalan efektif sehingga beliau bisa menentukan figur siapa saya yang sekiranya layak dan kompeten, untuk menjalankan visi-misi beliau (selaku Presiden) dalam lima tahun ke depan. Dan salah satu nama dimaksud  adalah Prabowo Subianto. Tentu Pak Jokowi memiliki pemikiran yang matang, mengapa sampai berani mengambil risiko untuk mengajak figur seperti Prabowo.
 
Salah satunya adalah soal ancaman radikalisme, yang ibaratnya sudah berada di beranda rumah kita. Artinya ancaman itu sudah sangat dekat, untuk itulah Prabowo diundang masuk kabinet. Prabowo terbilang memiliki referensi memadai soal ideologi radikal, terlebih bila dihubungkan dengan karier militernya di masa lalu.
 
Saat masih aktif sebagai perwira dulu, Prabowo acapkali diasosiasikan sebagai “ABRI Hijau”, yakni sekelompok perwira (rata-rata muslim) yang tidak bersedia tunduk pada pengaruh Jenderal Benny Moerdani. Sebagai figur terkemuka dalam kelompok “ABRI Hijau”, Prabowo sudah biasa berhubungan dengan kelompok Islam garis keras, seperti KISDI (pimpinan Achmad Sumargono) misalnya.
 
Hubungannya yang dekat dengan kelompok Islam garis keras, masih dilanjutkan Prabowo saat terjun di ranah politik. Pada fase ini, Prabowo bisa membantu Presiden, dalam mengantisipasi serbuan ideologis kelompok radikal, mengingat Prabowo memiliki akses dan pengetahuan memadai terhadap kelompok tersebut.
 
Kini para relawan sudah ikhlas atas bergabungnya Prabowo dalam kabinet. Satu hal yang harus dipastikan adalah komitmen Prabowo untuk giat membantu Pak Jokowi. Menjadi tugas kita bersama (bukan hanya relawan), untuk mengawal langkah Prabowo dalam menghadai radikalisme. Kelak waktu yang akan menjawab, bagaimana soal  performaPrabowo, termasuk  menjaga amanah atau tidak.
 
Dono Prasetyo
Pimpinan Kolektif DPN Seknas Jokowi

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top