KH Qosim Arsadani

Presiden Jokowi Diharapkan Tak Keliru Pilih Menteri Agama

publicanews - berita politik & hukumPresiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla bersama kabinet jilid I yang sudah berakhir. (Foto: Humas Kepresidenan)
Oleh: KH Qosim Arsadani

PRESIDEN Jokowi diharapkan tak salah mengambil keputusan terkait posisi Menteri Agama setelah periode sebelumnya sudah sangat baik. Hal itu terbukti dengan dua momentum penting dalam sejarah Indonesia, yakni penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional dan pengesahan UU Pesantren.

Seperti diketahui, Jokowi mengeluarkan Keputusan Presiden No 22 tahun 2015 tertanggal 22 Oktober yang menetapkan 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

Kedua, pada September lalu Undang-undang Pesantren disahkan. UU ini dinilai menjadi semangat baru bagi santri dan pesantren sebagai penghasil kader terbaik bangsa. Dengan kata lain, pengesahan UU Pesantren merupakan bukti nyata negara dan pemerintah memiliki kepedulian terhadap eksistensi pondok pesantren, khususnya di tanah air. Ini angin segar bagi peningkatan peran pesantren di masa-masa mendatang.

Dalam periode pertama pemerintahannya, Presiden Jokowi telah cukup bagus menempatkan dan memberi penghargaan yang baik dan bijaksana karena sumbangsih pesantren dari sebelum merdeka, masa revolusi fisik sampai mengisi kemerdekaan.

Oleh karenanya, Presiden Jokowi diharap tak keliru memilih Menteri Agama di periode kedua pemerintahannya bersama KH Ma'ruf Amin yang telah dilantik pada 20 Oktober 2019 kemarin.

Diketahui, Menteri Agama sebelumnya dijabat Lukman Hakim Saifuddin, sosok yang dianggap sangat berhasil memimpin Kementerian Agama selama pemerintahan Jokowi.

Presiden Jokowi menetapkan Hari Santri dan disahkannya UU Pesantren karena itu langkah baik yang demikian harus tetap berlanjut dan jangan sampai tercederai hanya karena kesalahan dalam memilih Menteri Agama yang bukan dari kalangan pesantren atau yang mengerti betul problem kehidupan beragama, khususnya Islam di Indonesia.

KH Qosim Arsadani
Pengasuh PP Darul Irsyad Sasak Panjang Bogor, Jawa Barat

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top