Republik Penodong

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo
Oleh: Deddy Mawardi

IBARAT kata, Laras senjata milik Mahasiswa, tokoh bangsa dan partai politik semua diarahkan ke Presiden Jokowi. Bahkan kini telah dikerahkan pula lembaga survei LSI serta Lembaga peneliti LIPI. Targetnya hanya satu yakni menerbitkan atau tidak Perppu KPK.

Semua laras senjata itu ditodongkan seolah-olah Republik ini untuk menyelesaikan masalah cuman dengan satu cara yakni “todongan senjata” untuk menekan dan mengancam Kepala Negara.

Semua argumentasi sudah ditebar untuk meyakinkan publik bahwa apa yang dikehendaki (menerbitkan atau tidak menerbitkan Perppu) adalah untuk kepentingan rakyat.
Rakyat yang mana ? Apakah “rakyat” yang disebut mahasiswa yang aksinya berakhir rusuh itu. Apakah “rakyat” yang berada di gedung merah putih atau “rakyat” yang berada di gedung parlemen ?

Jika semua mengatas namakan rakyat seharusnya diliat juga ada rakyat yang menghendaki semua urusan bernegara dan berbangsa ini dilakukan serta diselesaikan secara demokratis dan konstitusional, bukan dengan cara menodongkan senjata kepada Kepala Pemerintahan agar mengeluarkan keputusan sesuai kehendaknya.

Berhentilah menodongkan senjata kepada Presiden Jokowi karena cara itu sesungguhnya adalah ekspresi emosional serta amarah yang cenderung inkonstitusional. Beri ruang kepada Jokowi selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan untuk memutuskan soal Perppu KPK ini berdasarkan kewenangan yang melekat sesuai UUD 1945. Apakah melalui Legislatif Review, atau Judicial Review maupun Perrpu.

Jika keputusan Presiden Jokowi itu nantinya tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki maka selesaikan secara konstitusional tidak dengan “todongan senjata”. Karena Republik ini adalah Republik Indonesia berdasarkan hukum bukan Republik Penodong.

Jakarta, 6 Oktober 2019
Dedy Mawardi
Sekjen Seknas Jokowi

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top