Wadah Pegawai KPK

Menanggapi Perbedaan Target Presiden dengan Masa Kerja Tim Teknis

publicanews - berita politik & hukumKetua WP KPK Yudi Purnomo. (Foto: Publicanews/dok)
Oleh: Yudi Purnomo Harahap

HARI ini adalah hari ke 845 sejak penyerangan dengan cara menyiram air keras terhadap Bang Novel namun belum juga terungkap siapa pelaku penyerangannya yang menyebabkan mata bang Novel hampir buta dan tidak bisa melihat sempurna sampai sekarang.

Dari awal penyerangan, WP KPK dan Koalisi Masyarakat Sipil sudah berkeyakinan bahwa Tim Gabungan Pencari Fakta dibawah Presiden akan bisa menuntaskan kasus ini. Apalagi ketika itu, Presiden pun sudah berjanji bahwa akan diungkap siapa pelaku penyerangan terhadap Penyidik Senior Novel Baswedan. Namun ketika itu Presiden Jokowi belum menentukan batas waktu target pelaku terungkap.

Selama itu juga, tim penyidik Polisi, Komnas HAM, dan Ombudsman telah terlibat dan berperan dalam upaya mengungkap pelakunya namun pelakunya masih misteri.

Yang terbaru adalah Tim Pencari Fakta yang dibentuk Kapolri yang diantaranya terdiri dari Tim Pakar namun belum berhasil juga menemukan pelakunya yang kemudian malah merekomendasikan pembentukan tim teknis untuk masa kerja 6 bulan.

Menanggapi hasil tersebut, Presiden Jokowi memberikan perintah, bahwa 3 bulan sejak tanggal 19 Juli 2019, kasus tersebut harus terungkap atau sebelum tanggal 19 Oktober 2019. Kemudian ternyata tim teknis dibentuk selama 6 bulan. Sehingga Presiden Jokowi pun sampai menyatakan 3 bulan tanyakan kepada saya merespon terhadap jangka waktu kerja tim teknis tersebut.

Untuk itulah kami menyatakan
1. Bahwa pernyataan tegas Presiden terhadap pengungkapan seluruh pelaku yang terlibat dalam penyerangan air keras terhadap Bang Novel dalam jangka waktu paling lama 3 bulan (19 Oktober 2019) merupakan perintah dari Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan sebagai bukti komitmen dalam melindungi KPK dari segala teror dan mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi

2. Berharap perintah Presiden dapat dipenuhi oleh Kapolri dan jajarannya bahkan sebelum masa waktu 3 bulan

3. Akan menanyakan kepada Presiden pada tanggal 19 Oktober 2019 dan jika belum terungkap maka berharap presiden bisa membentuk TGPF independen langsung dibawah presiden

4. Terbongkarnya kasus Novel bisa jadi merupakan awal dari terbukanya kotak pandora pelaku teror lain terhadap KPK yang belum terungkap seperti teror terhadap rumah Ketua KPK dan Wakil Ketua KPK

Ketua Wadah Pegawai KPK
Yudi Purnomo Harahap

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top