Grasi Neil Bantlemen

Surat Terbuka Komnas Perlindungan Anak untuk Presiden

publicanews - berita politik & hukumDewan Komisioner Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dan Dhanang Sasongko
Oleh: Kepada Yth :
Presiden Republik Indonesia
Bapak Joko Widodo
C/q. Kepala Staff Kepresidenan
di Istana Negara, Jakarta


Dengan hormat,

SEHUBUNGAN dengan pemberian grasi kepada Neil Bantlemen warga negara Kanada mantan guru yang mengajar di Jakarta International School (JIS) di Jakarta Selatan yang telah vonis bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) sebagai pelaku kejahatan seksual terhadap siswanya yang tertuang dalam KEPRES No. 13/G-2019 tertanggal 19 Juni 2019 kami kuatirkan akan berdampak melemahnya Gerakan Nasional Memutus Mata Rantai Kejahatan Seksual terhadap anak yang dimotori oleh peranserta masyarakat dan para pegiat perlindungan anak di Indonesia yang dinyayakan sebagai komitmen Nasional.

Dan mengingat bahwa dikabulkannya permohonan grasi tersebut kami nilai telah bertentangan dengan semangat dilahirkannya UU No. 17 Tahun 2016 mengenai perubahan kedua atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa kejahatan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) dan disetarakan dengan tindak pidana khusus seperti Narkoba, terorisme dan korupsi dan dengan diberlakukannya UU RI Nomot : 17 Tahun 2016 para pelaku kejahatan seksual terhadap anak dapat diancam minimal 10 tahun penjara dan maksimal 20 tahun bahkan dapat diancam hukuman seumur bahkan hukuman mati dan dapat ditambahkan dengan pemberatan hukuman berupa kebiri lewat suntik kimia (kastrasi).

Disamping itu juga, dengan dikabulkannya grasi tersebut kami nilai juga telah tidak bersesuaian lagi dengan INPRES No. 05 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Menentang Kejahatan Seksual terhadap anak

Oleh sebab itu, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) sebagai lembaga perlindungan anak yang didirikan oleh pemerintah dan masyarakat atas dukungan badan PBB untuk urusan anak UNICEF, pada tahun 1998 melalui mekanisme Nasional Forum Nasional Perlindungan Anak memberikan mandat, tugas dan fungsi untuk memberikan penghormatan, pemenuhan, pembelaan serta perlindungan hak anak di Indonesia, demi kepentingan terbaik (the best interest of the child) dengan kerendahan hati kami mohon kesediaan bapak Presiden untuk berkenan kiranya memberikan kejelasan dan informasi kepada publik mengenai latar belakang, kajian serta pertimbangan Utama Bapak Presiden mengabulkan permohonan grasi saudara Neil Banlemen mantan guru Jakarta International School yang telah divonis 11 tahun penjara oleh Mahkamah Agung dan dinyatakan bersalah dan meyakinkan telah melakukan kejahatan seksual terhadap siswanya beberapa tahun yang lalu.

Namun demikian, Komisi Nasional Perindungan Anak tetap menghormati keputusan tersebut sebagai hak preogratif bapak presiden namun keputusan tersebut harus tetap kami pertanyakan.

Demikian surat ini kami sampaikan dan atas perhatian bapak Presiden kami ucapkan terima kasih.


Dewan Komisioner Komisi Nasional Perlindungan Anak
Arist Merdeka Sirait
Ketua Umum

Dhanang Sasongko
Sekretaris Jenderal

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top