Jawaban Rizal Mallarangeng untuk Misbakhun Soal Bamsoet

publicanews - berita politik & hukumRizal Mallarangeng. (Foto: Istimewa)
Oleh: Rizal Mallarangeng

Mas Misbakhun yg baik,

KRITIK kader muda Golkar DKI, sdr. Agus Harta, kepada Bamsoet sebagai Ketua DPR bukanlah serangan pribadi. Hal ini tidak perlu dibalas oleh Bamsoet dengan ancaman pelaporan ke polisi. Posisi saya sebagai PLT Ketua DKI adalah membela Agus Harta. Sebagai pimpinan, saya harus membela kader saya kan? Agus adalah kader muda yang rajin, kreatif, dan bersemangat.

Intinya, semua itu bukan soal pribadi. It is a public scrutiny. Jabatan tinggi selalu mengandung konsekuensi.

Adapun soal isi kritik tersebut, Agus memang tidak mengada-ada. Ide Bamsoet ke publik agar Pemerintah RI membuat Departemen Kebahagiaan memang kurang bermutu. Ide ini menjadi bahan olokan di medsos.

Dan rupanya Bamsoet cukup sering mengusulkan ide aneh seperti (jalan tol buat motor, etc).

Agus kemudian mencari tahu, curious, ide Bamsoet sering lemah dan menjadi bahan olokan, bukankan deretan gelar akademiknya cukup panjang? Malah ada juga gelar MBA yang katanya berasal dari sebuah perguruan yang terkait dengan universitas ternama AS.

Setelah diteliti, ternyata universitas tersebut, Newport University, adalah perguruan bodong. Di Texas ilegal dan bermasalah, dan di beberapa negara bagian AS lainnya sama saja.

Di Indonesia, afiliasi universitas yang menjadi almamater Bamsoet tersebut, yaitu IMNI, juga sudah dibekukan tahun 2011. Bermasalah juga. Wajar jika Agus, dan juga banyak orang lain, juga saya, kemudian curiga bahwa gelar MBA Bamsoet dari perguruan tersebut juga bermasalah.

Ternyata, setelah dijelaskan oleh pejabat berwenang, universitas Bamsoet memang dibekukan, tetapi gelar Bamsoet tetap sah, karena diperoleh sebelum tahun 2011, tahun pembekuannya.

Jadi beda Bamsoet dengan Qomar yang kontroversial beberapa saat lalu adalah ini: Qomar ijasahnya palsu, semantara Bamsoet ijasahnya sah, tapi sekolahnya palsu dan bermasalah (sejak tahun 2011).

Terhadap hal tersebut, tentu kita sedikit lega: ternyata Ketua DPR RI tidak berijasah palsu. Lega, karena kalau tidak, kan kita semua, apalagi Golkar, akan malu dan tercoreng.

Jadi intinya, Bamsoet sebenarnya harus berterima kasih pada kader muda seperti Agus Harta, bukan malah mengancam dia dengan pelaporan polisi.

Berterima kasih, dan belajar lebih giat agar dia tidak terus mengulang kesalahan dengan menyampaikan ide-ide lemah dan kosong isinya ke publik. Dengan begitu dia akan tumbuh menjadi pejabat yang disegani, bukan tokoh yang selalu menjadi bahan olokan. Setuju?

Rizal Mallarangeng
Plt Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta

(Tulisan ini merupakan jawaban Rizal kepada sesama kader Golkar Misbakhun di WA grup 'Politics').

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. shes one the @siswandi07 Juli 2019 | 19:57:40

    Terima sajalah kenyataan, anggaplah sebagai kritik membangun. Itu yg harus diterima.

  2. Anak Gaul @gakasikah07 Juli 2019 | 14:47:56

    Jiwa besar seorang pemipin berklas sedang di uji.... bukan pemimpin slaman slumun slamet...

Back to Top