KBRI Mesir Gelar Lomba Pidato Berbahasa Indonesia

publicanews - berita politik & hukumPenyerahan hadiah pada pemenang Lomba Pidato dan Bercerita dalam Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di KBRI Mesir, Kairo. (Foto: KBRI Mesir)
Oleh: KBRI Mesir

SELASA, 30 April 2019, telah dilaksanakan babak final Lomba Berpidato dan Bercerita dalam Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing yang bertempat di Ruang Balai Budaya KBRI Kairo. Acara dimulai pada pukul 10.30 waktu setempat dan dibuka oleh Bapak Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo, Dr. Usman Syihab, M.A.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Lomba Berpidato dan Bercerita dengan Bahasa Indonesia merupakan agenda tahunan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang dilaksanakan bagi warga negara asing yang belajar bahasa Indonesia di program BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Tahun ini merupakan tahun ke-5 dilaksanakannya Lomba Berpidato dan Bercerita dalam bahasa Indonesia, khususnya di kawasan Mesir.

Menurut beliau, kegiatan Lomba Berpidato dan Bercerita menjadi sarana pembelajaran yang amat penting, khususnya untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia, baik dalam pengayaan kosakata maupun dalam mengekspresikan kata dan kalimat yang benar sesuai dengan makna dan situasi.

Beliau menambahkan bahwa mempelajari bahasa Indonesia amatlah penting sebagaimana mempelajari bahasa-bahasa besar internasional lainya. Bahasa Indonesia bukan hanya merupakan alat tutur bagi orang Indonesia, tetapi juga bagi mayoritas penduduk negara-negara ASEAN. Mereka yang mampu berbahasa Indonesia berarti juga mampu berkomunikasi dengan lebih dari 400 juta penduduk dunia.

Babak final Lomba Berpidato dan Bercerita dalam Bahasa Indonesia di Mesir kali ini diikuti oleh 17 peserta, terdiri dari 8 peserta Lomba Berpidato, dan 9 peserta Lomba Bercerita. Mereka terdiri dari para pemelajar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) di Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) KBRI Cairo, Pusat BIPA Universitas Al-Azhar Cairo, dan Pusat BIPA Pusat Studi Indoneisa (PSI) Universitas Canal Suez Ismailia.

Sebelumnya telah dilaksanakan dua kali Lomba Berpidato dan Bercerita dengan Bahasa Indonesia babak penyisihan. Yang pertama bertempat di PSI Ismailia pada tanggal 22 April 2019 yang diikuti oleh 6 peserta Lomba Berpidato dan 8 peserta Lomba Bercerita. Yang kedua dilaksanakan pada tanggal 24 April 2019 di Puskin Dokki, Cairo, yang diikuti oleh 9 peserta Lomba Berpidato dan 11 peserta Lomba Bercerita.

Pada tahun ini, Lomba Berpidato dan Bercerita dalam Bahasa Indonesia mengangkat tema “Toleransi dan Pemahaman Antarbudaya”. Ini mengingat bahwa bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa. Ada lebih dari 1000 suku yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap suku mempunyai tradisi dan budaya yang berbeda-beda.

Selain itu, rakyat Indonesia juga mempunyai keyakinan keagamaan yang bermacam-macam, seperti beragama Islam, Kristen, Hindu, Budha, aliran kepercayaan, dan lain sebagainya. Meski demikian, antar sesama anak bangsa saling hidup rukun dan damai. Mereka punya sikap toleran yang tinggi serta menghormati atas perbedaan kebudayaan dan keyakinan masing-masing.

Kita berharap dapat terus memahami keanekaragaman suku, budaya, dan agama, serta tetap dapat bersikap toleran terhadap perbedaan dan keanekaragaman tersebut.

Dari total 17 peserta pada babak final perlombaan ini, dipilih 3 peserta terbaik sebagai juara Lomba Berpidato dan 3 peserta terbaik sebagai juara Lomba Bercerita.

Lomba Berpidato dimenangkan oleh Asmaa Tahsin Mohamed sebagai Juara I, Alaa Reda Abdelwahab sebagai Juara II, dan Hala Ismail Elshafie sebagai Juara III. Adapun Lomba Bercerita dimenangkan oleh Doha Muhammad Mounir sebagai Juara I, Sohila Ahmed Esmatt sebagai Juara II, dan Merna Ibrahim Faza sebagai Juara III.

Juara I Lomba Berpidato dan Juara I Lomba Bercerita insyaallah akan dikirim ke Indonesia untuk mengikuti upacara HUT RI bersama Bapak Presiden RI dan berkeliling ke beberapa kota wisata di Indonesia. Selain itu, di Jakarta nanti, para pemenang dari seluruh dunia akan dilombakan lagi untuk menentukan juara tingkat dunia di bidang yang sama.

Perlu diketahui, tahun lalu pemelajar BIPA di Mesir utusan KBRI Kairo, yaitu Sdri. Fatimah Gamal telah berhasil menjadi juara ke-2 tingkat dunia dalam Lomba Berpidato dalam Bahasa Indonesia.

KBRI Mesir

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iis_osya @iis_osya02 Mei 2019 | 19:41:36

    Jadi ikut bangga, bahwa bahasa indonesia di mesir diperkenalkan, mudahan2x ditiru dan diikuti oleh kedubes indonesia lainnya disemua negara yg ada perwakilannya.

    Aamiin.

Back to Top