Tolak Dwi Fungsi TNI

publicanews - berita politik & hukumilustrasi TNI
Oleh: Andi Tenri Ajeng

"MENGAJUKAN dwi fungsi TNI di tengah bangsa Indonesia sedang mengalami transisi Demokrasi sama saja membangkitkan hantu di siang bolong."

Sejarah panjang Dwi fungsi ABRI telah menyisakan banyak peristiwa di zaman Orde baru. Pada setiap peristiwa telah memacu bangsa Indonesia untuk berubah menciptakan tataran Pemerintahan yang menjalankan pemerintahan secara manusiawi. Untuk mencapai pada titik Reformasi butuh waktu panjang dan bahkan hampir setengah abad lamanya. Sehingga sangat tidak Jarang kita menemui masyarakat yang trauma dengan sistim Dwi Fungsi ABRI yang pernah ada.

Reformasi dijadikan titik awal transisi Demokrasi dan Pembangunan Pemerintahan yang menjalankan Negara secara manusiawi. Lantas Apa tujuan sebahagian kalangan mengajukan pemberlakuan Dwi Fungsi TNI..? Hanya karena alasan Lembaga-lembaga negara dan non kementerian membutuhkan Keahlian yang dimiliki TNI.

Kami pikir, Kita punya banyak tenaga yang mampu melahirkan tenaga Ahli yang di butuh dalam berbagai bidang. Tanpa Harus menarik-narik TNI secara Organisasi kedalam kepentingan sempit yang dapat mengurangi profesionalan TNI. Pengajuan sebahagian kalangan untuk memberlakukan Dwi Fungsi TNI hanya semangat membangkitkan hantu disiang bolong.

Kami dari Indonesia Muda menyayangkan dan Mengutuk kalangan yang mencoba menciderai proses transisi Demokrasi berbangsa, dengan mencoba kita ke masa lalu dengan sistim yang sama.

Andi Tenri Ajeng
Wasekjen Indonesia Muda

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top