'Cak Jancuk' Jokowi Tidak Etis, Batalkan Saja

publicanews - berita politik & hukumPresiden Jokowi saat menerima pemberian rompi bertuliskan 'Cak Jokowi' dalam deklarasi dukungan Forum Alumni Jatim #01 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2). (Foto: detik)
Oleh: Darmansyah

MENINDAKLANJUTI penyematan 'Cak' dan 'Jancuk' untuk calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi), maka saya meminta supaya pemberian gelar tersebut dibatalkan.

Saya menilai tidak etis penyematan 'Cak Jancuk' itu kepada kepala negara dan kepala pemerintahan di Republik Indonesia. Sebab, dapat mencoreng negara ini yang menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya ketimuran.

Terlepas dari kontestasi pemilihan umum (pemilu) 2019 yang sedang dihadapi pada saat ini, seharusnya presiden mendapatkan panggilan atau sapaan yang lebih layak.

Saya meminta supaya tidak melakukan upaya-upaya mempermalukan presiden petahana di depan umum. Apabila, Jokowi kembali terpilih sebagai presiden, maka kata 'Cak Jancuk' itu dikhawatirkan akan terus melekat selama beliau menjabat sebagai presiden.

Sehingga, saya mendesak agar penyematan 'Cak Jancuk' itu dibatalkan. Sama seperti halnya dengan doa Kyai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) KH Maimoen Zubair dalam acara Sarang Berzikir untuk Indonesia Maju di Ponpes Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019).

Apabila doa saja bisa diralat untuk kebaikan dan kepentingan bersama, maka alangkah baiknya, kata-kata yang kurang sopan seperti 'Cak Jancuk' itu ditiadakan supaya tidak menimbulkan perdebatan di masyarakat.

Darmansyah
Pegiat Media Sosial

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top