Seri Refrektif

Politik Akar Rumput

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
Oleh: M. Ridha Saleh

TURUN ke bawah dan memperluas basis-basis di akar rumput menjadi tema dan target utama dalam politik elektoral, tidak hanya partai politik, bahkan dua calon presiden meminta semua komponen pendukungnya untuk turun dan menyentuh langsung masyarakat akar rumput.

Pasalnya jumlah suara, mobilitas, serta sikap politik yang berada di akar rumput sangat menentukan kemenangan setiap kontestan.

Lalu siapa akar rumput itu? Akar rumput adalah kalangan yang berasal dari struktur bawah negara, yakni kalangan menengah ke bawah bahkan potensi dan sikapnya secara politik dapat dianggap otonom. Kalangan ini dianggap sebagai antitesis elit negara yang berkuasa secara ekonomi politik.

Gerakan akar rumput adalah gerakan yang menguatkan basis di wilayah teritori bawah, atau komunitas di sektor-sektor tertentu sebagai basis gerakan politik, sosial, budaya atau ekonomi. Partisipasi gerakan akar rumput selalu diimpikan dalam demokrasi, karena gerakan dan partisipasi politik akar rumput merupakan kontrol dari elitisme elit dalam politik kekuasaan.

Untuk memahami pengorganisasian akar rumput dalam politik elektoral, penting untuk mendefinisikan dan membedakannya dari kapasitas advokasi lainnya. Sebab karakteristik dan ekspektasi akar rumput dalam politik elektoral cenderung beragam.

Oleh karena itu, proses membangun kekuatan dengan melibatkan konstituen/akar rumput dalam mengidentifikasi dan mencari solusi untuk target tertentu itu menjadi sangat penting, sebab salah satu karakteristik dari gerakan politik akar rumput lebih eksistensial dengan bottom-up, daripada pengambilan keputusan dari atas ke bawah, dan kadang-kadang dianggap lebih alami atau spontan daripada struktur kekuatan yang lebih tradisional.

Gerakan akar rumput juga, menggunakan self-organising, mendorong komunitasnya untuk berkontribusi dengan mengambil tanggung jawab dan tindakan untuk komunitas mereka.

Merebut suara akan rumput juga tidak semata-mata hanya untuk meraup suara, namun hal yang paling penting bagi rakyat akar rumput adalah terhadap pemilu dan demokrasi yaitu impian besar merubah pemilu yang elitis menjadi pemilu partisipatif dan inklusif.

Secara politik, ekspektasi akar rumput terhadap politik elektoran berbeda dengan perjuangan politik mereka yang bersifat idiologis, namun pada komunitas akar rumput tertentu, politik elektoral di jadikan sebagai posisi tawar untuk perjungan agenda politik mereka.

Paling tidak ada tiga karakteristik dan prilaku politik akar rumput dalam partisipasi dan menyikapi politik alektoral, pertma: sikap pragmatis, sikap rasional, dan sikap ideologis.

Mari berkontestasi dengan riang.

M Ridha Saleh
Direktur Rumah Mediasi Indonesia

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top