Jangan Jadikan Bencana Sebagai Komoditas Politik

publicanews - berita politik & hukumPencarian korban tsunami di Pandeglang, Banten.
Oleh: Alwan Ola Riantoby

BENCANA alam bisa menerjang siapa saja, kaum apa saja, penganut apa saja, dan aliran politik mana saja.

JPPR (Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat) turut berduka cita atas apa yg terjadi di selat sunda. Tidak elok bila bencana di sudutkan kepada salah satu aliran politik, budaya, penganut, profesi, dan kaum tertentu, apa lagi di jadikan sebagai komoditas politik.

JPPR berharap penanganan bencana alam di daerah-daerah yg terkena musibah dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan. Jangan. menjadikan bencana alam sebagai komoditas politik.

JPPR, berharap kepada peserta pemilu yang ingin memberikan bantuan kemanusiaan ke para korban bencana alam, supaya tidak menyertakan embel-embel kampanye.

Embel-embel kampanye itu bisa berupa alat peraga kampanye, yang berwujud bendera, foto, maupun alat peraga lain yang mengandung unsur visi, misi, dan citra diri peserta pemilu.

Gempa dan tsunami di wilayah selat sundah JPOR berharap tidak mempengaruhi proses tahapan pemilu, tahapan kampanye yang dimulai 23 September 2018-13 April 2019, pada sisi lain tahapan logistik juga sudah berjalan, melihat kondisi alam tersebut JPPR berharap KPU dan Bawaslu tetap menjalankan tugas nya agar pelaksanaan pemilu tidak terhambat karena faktor bencana

Jumlah korban meninggal akibat tsunami yang menerjang Pantai Tanjung Lesung di Banten hingga Senin pagi 24 Desember 2018 sudah tembus 280 orang, 1.016 Luka-Luka dan 57 hilang, berdasar data BNPB. 

Alwan Ola Riantoby
Manajer Pemantauan Seknas JPPR

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top