Menghina Agama Tidak Masuk Lingkup Kebebasan Berbicara

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi tarik-menarik kebebasan berbicara. (Foto: thefire.org)
Oleh: Lucia I Suarez

PENGADILAN Hak Azasi Manusia Uni Eropa (ECHR) pada Kamis (25/10) memutuskan bahwa menghina Nabi Muhammad tidak masuk lingkup kebebasan berbicara .

ECHR yang bermarkas di Strasbourg memutuskan bahwa menghina Nabi Umat Islam Muhammad 'melampaui batas-batas yang diperbolehkan dari debat objektif' dan 'dapat membangkitkan prasangka dan meletakkan perdamaian agama dalam bahaya.'

Keputusan pengadilan tersebut menolak suatu pernyataan dari seorang wanita Austria yang mengatakan bahwa pernikahan Muhammad dengan seorang gadis berusia 6 tahun melanggar kebebasan berbicara.

ECHR menyatakan pengadilan Austria telah 'secara hati-hati menimbang hak wanita tersebut untuk kebebasan berekspresi dengan hak orang lain untuk memiliki perasaan beragama mereka yang terlindungi."

Wanita berusia akhir 40-an yang hanya diinisialkan sebagai ES itu menyatakan dalam dua kali seminar publik pada 2009, bahwa menurut tradisi Islam, seorang perempuan dinyatakan akil-balig saat berusia 9 tahun.

Pada 2011, Pengadilan di Wina menghukum ES karena meremehkan doktrin keagamaan. Pengadilab memerintahkannya untuk membayar denda 547 dolar AS ditambah ongkos perkara. Outusan tersebut kemudian dikuatkan oleh pengadilan banding Austria.

Wanita itu berdalih komentarnya masuk dalam hak kebebasan berekspresi dan bahwa kelompok agama harus mentolerir kritik. Dia juga berpendapat bahwa pendapatnya dimaksudkan untuk berkontribusi pada debat publik dan tidak dimaksudkan untuk menghina Muhammad.

ECHR mengatakan keputusan pengadilan Austria 'menjalankan hukum untuk melestarikan perdamaian keberagamaan.'

Pengadilan juga mengatakan bahwa komentar wanita tersebut tidak objektif, gagal memberikan latar belakang sejarah dan tidak berniat mengangkat debat publik.


Lucia I Suarez
Reporter FoxNews.com.
(Tulisan ini disarikan dari sumber tersebut)

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top