Periksa James Riady dalam Skandal Meikarta

publicanews - berita politik & hukumMenko Kemaritiman Luhur Binsar Pandjaitan dan CEO Lippo Group James Riady dalam acara penutupan atas (topping off) dua menara pertama Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, 29 Oktober 2017. (Foto: Pool)
Oleh: Komite Anti Korupsi Indonesia

BAHWA KPK menggeledah Kantor James Riyadi, Lippo, menyusul ditangkapnya 9 pejabat Pemkot Bekasi, Jabar, termasuk bupatinya berikut sejumlah bukti rasuah dari Direktur Pelaksana Lippo Billy Sindoro.

Bahwa, Billy Sindoro menyerahkan diri. Step lanjut dilakukan penggeledahan ke kantor James Riyadi, kemarin 17 Oktober 2018. Jadi, ada hubungan signifikan antara rasuah tersebut dengan James Riyadi dan Luhut Binsar Pandjaitan. Sebelumnya, Luhut mengatakan tidak ada masalah pada izin Meikarta di mana ia  jadi 'penjamin' bagi tindak pidana rasuah izin Meikarta, yang meliputi jutaan meter tanah. Kini, izin tersebut kedudukannya adalah produk korupsi.

Bahwa, menurut hukum, produk hasil korupsi Meikarta tersebut harus dibatalkan.

Bahwa, menurut hukum, KPK harus menggunakan Perma No 13 tahun 2016 tentang tata cara penanganan kejahatan korporasi untuk mentersangkakan PT Lippo.

Bahwa, menurut hukum, KPK harus menyidik James Riyadi dan Luhut Binsar Pandjaitan.

Jakarta, 19 Oktober 2019.
Presidium Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI):

Djoko Edhi Abdurrahman
Haris Rusli Moti
Salamudin Daeng
Syahganda Nainggolan
Andrianto
Ahmad Yani
Andi Syahputra
Ahmad Bay Lubis
Kadri
Wahyono
Rizal Dharma Putra
Gde Siriana
Muslim Arbi
Kudiv Diva Sing
Dadang Merdesa
Salim hutajulu

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top