Korban Bencana Palu Berhak Atas Hunian Layak

publicanews - berita politik & hukumSalah satu area pengungsian korban gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Antara)
Oleh: Ridha Saleh

PEMERINTAH daerah memutuskan untuk menperpanjang masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan, ini langkah baik untuk tetap membantu korban tsunami, gempa dan likuifaksi di wilyayah siga palu (sigi, donggala, palu).

Namun perlu dicermati secara kritis, yaitu:

1. Bahwa masa tanggap darurat tersebut berul-betul dilakukan dengan manejemen distribusi logistik yg baik agar tudak menimbulkan keotik seperti sebelumnya.

2. Masa tanggap darurat tersebut seharusnya mengikutsertakan langkah-langkah rehabilitasi korban, termasuk sudah harus membangun temporary shelter agar para korban yang kehilangan hunian dapat menikmati hak atas pemukiman yang layak.

3. Sebaiknya pemerintah daerah mendorong agar wilayah-wilayah desa/kelurahan penyanggah yang secara fisik, psikis, sosial dan ekonomi dan pemerintahan sudah berjalanan normal dapat difungsikan sebagai wilayah yang ikut membantu para korban untuk membangun solidaritas dan kegotong royongan sesama warga atau atar kelurahan/desa,

4. Memaksimalkan pangan lokal atau hasil pertanian lokal sebagai logistik bantuang bagi korban agar terjadi efek bangkitnya perekonomian akar rumput di daerah.


Hormat

Ridha Saleh
Relawan Sulteng Bergerak,
Direktur Advokasi Rumah Mediasi Indonesia

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top