Penjelasan Maqdir Ismail Soal Pertemuan Novanto-Eni Saragih

publicanews - berita politik & hukumPenasihat hukum Maqdir Ismail dan Setya Novanto dalam sidang korupsi proyek e-KTP. (Foto: tempo)
Oleh: Maqdir Ismail

KETERANGAN mengenai pertemuan antara Bapak Setya Novantao dan Ibu Eni Maulani Saragih di Rutan KPK.

1. Bahwa benar yang memperkenalkan Ibu Eni Maulani Saragih kepada Bapak Johannes B Kotjo adalah Pak Setya Novanto, dan ketika memperkenalkan tersebut bukan sebagai perintah mengawal pembangunan proyek PLTU Riau-1 dalam rangka mendapatkan keuntungan bagi Partai Golkar maupun untuk keuntungan pribadi. Akan tetapi hanya menyampaikan agar ada perhatian dan pemantauan, jangan sampai proyek penting dan untuk kepentingan orang banyak seperti ini mendapat hambatan yang tidak perlu dalam proses pembangunannya;

2. Oleh karena itu adanya berita bahwa seolah-olah Pak Novanto menjanjikan akan mengatur fee dari proyek ini sebesar 5% dari nilai proyek yang akan diberikan kepada pihak-pihak tertentu dan telah membantu adalah tidak benar;

3. Bahwa benar ada pertemuan di Rutan KPK, ketika pak Novanto diperiksa sebagai saksi dalam perkara Bu Eni Maulani Saragih, ketika pak Novanto sedang melakukan olah raga pagi. Dalam pertemuan tersebut pak Novanto hanya menyampaikan empati dan ucapan prihatin, atas yang dialami oleh Ibu Eni Maulani sebagai salah seorang kader Partai Golkar yang baik. Dalam kesempatan itu pak Novanto juga menyampaikan permintaan agar Ibu Eni bersikap koperatif dalam pemeriksaan oleh penyidik KPK dengan cara menyampaikan yang beliau ketahui sebagiamana adanya, tidak perlu ada yang ditutupi atau disembunyikan. Sebab dengan sikap koperatif ini, justru akan mendatangkan kebaikan bagi Ibu Eni dan justru sikap seperti akan berpengaruh terhadap tuntutan dan hukuma nantinya;

4. Dalam pertemuan tersebut pak Novanto juga meminta konfirmasi atas berita bahwa ada uang yang berasal dari Pak Kotjo yang digunakan untuk kepentingan Partai Golkar, khususnya pada Munaslub. Menurut keterangan Ibu Eni, ada uang pinjaman sebesar Rp.2 milyar dari Pak Kotjo. Oleh karena dalam keterangannya Ibu Eni kepada pak Novanto menyatakan, ada bukti penggunaan uang dari Pak Kotjo untuk kepentingan partai, maka untuk menghindarkan kesulitan bagi partai,Pak Novanto menyarakan kepada Ibu Eni, agar melakukan koordinasi dengan pengurus Partai Golkar dalam rangka pengembalian uang ini, karena pak Novanto tidak bisa membantu pengembaliannya, mengingat kondisi beliau sendiri tidak dalam posisi bisa membantu pengembalian uang ini;

5. Tentu kami juga berharap agar kolega kami pengacara dari Ibu Eni, tidak membuat atau menyampaikan pernyatan-pernyataan yang tidak perlu dan tidak ada manfaatnya dalam penyelesaian pekara “suap” proyek PLTU Riau1 ini.

6. Demikian keterangan ini kami sampaikan untuk menghindari adanya berita simpang siur seolah-olah ada sikap tidak terpuji dari pak Novanto dalam pertemuan antara Ibu Eni dan Novanto di Rutan KPK beberapa waktu lalu.

Jakarta, 8 September 2018
Atas nama Setya Novanto
Kuasa Hukum
Maqdir Ismail

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top