Masih Adakah Reformasi Itu?

publicanews - berita politik & hukumSoetrisno Bachir. (Foto: istimewa)
Oleh: Soetrisno Bachir

DUA PULUH tahun lalu di bulan Mei
Ada ruh kesadaran yang menggerakkan negeri
Entah darimana datangnya sampai tak terdeteksi
Semua lapisan bangkit melawan belenggu tirani

Tetiba semua sudut negeri penuh terisi
Makian rakyat dan teriakan orasi
yang menuntut perbaikan negeri
Alat negara pun lumpuh tak kuasa menghadapi

Saat itu, tak ada yang mengajukan diri
Tak ada, yang mementingkan diri
Bantu membantu saling mengisi
Menjatuhkan penguasa yang sudah lupa diri

Gelombang itu gelombang reformasi
Sebuah perbaikan yang semua rakyat berharap terjadi
Belum pernah ada gerakan yang bisa menyatukan penduduk negeri, selain reformasi

Sampai kita berhasil mengganti
Penguasa dan menanam nilai-nilai demokrasi
Membuka belenggu yang selama itu terkunci
Dan membebaskan dari jeratan kekuasaan yang menali

Itu cerita dua puluh tahun lalu
Kejadian benar bukan fiksi apalagi cerita palsu
Semangat reformasi masihkah ada di dalam kalbu?
Atau hanya sebuah dongeng untuk anak cucu


Setelah dua puluh tahun kini
Juga di bulan Mei
Tak lupa reformasi juga diperingati
Dan tetap jadi bahan diskusi tiada henti

Sudah luruskah arah bangsa ini?
Sudah benarkah jalan bangsa ini?
Sudah lebih baikkah keadaan bangsa ini?
Sudah sesuaikah dengan cita-cita reformasi?

Kalau itu belum terjadi
Akankah kita berdiam diri
Membiarkan reformasi mati suri
Yang akhirnya hanya dianggap cerita fiksi

Sementara para penumpang gelap menungganggi
Semangat dan gerakan reformasi
Sampai kita sulit melihat mana yang palsu dan yang asli
Berlagak dan tampak memperbaiki negeri

Memang reformasi telah mengubah wajah negeri ini
Lebih terbuka dan lebih demokrasi
Tapi penyakit korupsi masih menggelayuti
Tak pernah mengira korupsi ternyata sulit dibasmi

Memang reformasi telah memberi jalan semua pribadi
Untuk punya hak yang sama tampil maju di negeri ini
Tapi perangkat keadilan belum sepenuhnya bisa diamanati
Supaya bisa bersikap adil dan sesuai konstitusi

Dua puluh tahun lalu di bulan mei
Kita semua punya cita-cita dan visi
Agar bangsa Indonesia maju dan rakyatnya hepi
Menjadi bangsa besar yang disegani di muka bumi

Kenyataanya belum sepenuhnya terjadi
Masih banyak PR yang menanti
Belum lagi demokrasi yang berbiaya tinggi
Menyebabkan maraknya korupsi

Meski kini
Makin banyak yang tak paham reformasi
Bahkan ada juga yang salah menanggapi
Kita harus tetap menghidupkan semangat reformasi

Semangat untuk terus memperbaiki diri
Semangat untuk terus memikirkan kemajuan negeri
Semangat untuk menjadi bangsa yang punya harga diri
Semangat untuk menjadikan rakyatnya cinta dan bangga terhadap INDONESIA.

Salam Reformasi
Jakarta, 21 Mei 2018

Soetrisno Bachir
Ketua Komite Ekonomi dan Industri (KEIN)

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top