Pengungkapan Kasus Bom Surabaya Tetap Harus Jadi Tugas Kepolisian

publicanews - berita politik & hukumAnggota penjinak bom memeriksa lokasi ledakan bom di gereja di Surabaya, Minggu (13/5). (Foto: AFP)
Oleh: M.Choirul Anam

Terkait dengan tragedi peledakan bom di sejumlah gereja di Surabaya, Komnas HAM menyampaikan :

1. Belangsungkawa yang mendalam kepada para korban peledakan beberapa gereja di Surabaya;

2. Mengecam tindakan kekerasan dan kebiadaban yang dilakukan oleh para pelaku peledakan tersebut;

3. Meminta Kepolisian untuk melakukan pengusutan tuntas aksi teror ini, sampai dengan membongkar seluruh jaringan pelaku;

4. Meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan kerja- kerja pencegahan;

5. Penangan kasus peledakan ini harus tetap menjadi tugas utama Kepolisian dalam koridor hukum, bukan menariknya menjadi persoalan penanganan keamanan yang melibatkan berbagai pihak di luar penegakan hukum.

7. Menekankan agar pengusutan peledakan ataupun aksi-aksi teror lainnya, termasuk penanganan terorisme, dilakukan dalam koridor penegakan hukum, ketimbang sebagai ancaman atas kondisi keamanan, sehingga ide pelibatan TNI tidak terjadi dan pengusutan, pembongkaran jaringan dan penindakan dapat diukur dan menjamin akuntabilitas secara hukum; dan

8. Melawan terorisme adalah kerja yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam melawan intoleransi dan siar kebencian sebagai salah satu akar terorisme. Oleh karena itu Komnas HAM mengajak semua lapisan masyarakat untuk membangun budaya toleransi, saling menghormati dan menjauhi siar kebencian. Hanya melalui upaya ini, tindak kekerasan yang dilakukan oleh siapapun termasuk terorisme dapat dicegah dan dilawan.

M.Choirul Anam
Komisioner Komnas HAM

*) Konten yang ada di Rubrik Publicana merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi Publicanews. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim.

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top