Pilkada Riau 2018

Wakili Istri Nyoblos di Pilgub, Ketua KPPS Dipenjara Dua Tahun

publicanews - berita politik & hukumKetua KPPS Syamsuari dalam sidang di Pengadilan Negeri Bangkinang, Riau, Kamis (19/7). (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kampar, Riau, Syamsuardi harus meringkuk di tahanan selama dua tahun. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp 24 juta.

Vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangkinang itu dibacakan dalam sidang pada Kamis (19/7) kemarin. "Terdakwa divonis 24 bulan karena terbukti nyoblos dua kali," ujar hakim ketua Meni Warlia di PN Bangkinang.

Meni mengatakan, Syamsuardi ikut mencoblos dua kali pada pemilihan Gubernur Riau pada Rabu (27/6) lalu. Terdakwa melanggar Pasal 187 A ayat 1 UU No 10 Tahun 2016.

Atas keputusan ini terdakwa dan jaksa menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya dalam pembelaannya, Syamsuardi mengatakan ia mencoblos dua kali di TPS 03 Desa Pulau Tinggi, Kecamatan Kampar, mewakili istrinya yang tidak bisa datang ke TPS.

Menanggapi vonis ini, Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan mengapresiasi keputusan majelis hakim. Namun, ia juga prihatin karena kasus itu harus menimpa Ketua KPPS.

"Tapi kita harus menegakkan aturan demi menciptakan Pilkada yang berintegritas," ujarnya.

Dalam Pilgub Riau 2018, pasangan Syamsuar-Brigjen Edy Nasution dinyatakan sebagai pemenang dengan meraih 799.289 suara (38,20 persen). Pasangan ini diusung oleh, antara lain, PAN, Gerindra, dan PKS. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top