Pilkada Serentak 2018

PDIP Evaluasi Kekalahan di Sejumlah Daerah

publicanews - berita politik & hukumSekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan paslon TB Hasanuddin-Anton Charliyan. (Foto: pdi-perjuangan.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Paslon yang diusungnya berada dalam posisi paling buncit versi hitung cepat, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyalahkan Ridwan Kamil yang kerap mengenakan kaus merah. Ia menuding hal ini yang menyebabkan suara TB Hasanuddin-Anton Charliyan tergerus.

"Pada putaran terakhir ini Pak Ridwan Kamil selalu menggunakan baju merah sehingga itulah yang menyebabkan suara kami, salah satunya, tergerus," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (27/6).

Kendati demikian, Hasto mengaku partainya tidak berkecil hati karena pendukung PDIP masih solid dengan mempertahankan angka 14 persen dari 17 persen suara loyalis PDIP di Jawa Barat.

"Dan untuk itu strong point kita, itu 14 persen masih bisa dijaga oleh paslon Pak TB (Hasanuddin) yang menunjukan loyal supporter dari PDIP tetap solid di Provinsi Jawa Barat tersebut," ujar Hasto.

PDIP, ia menambahkan, akan terus melakukan evaluasi atas kekalahan di sejumlah daerah. Hasil evaluasi bisa menjadi bahan dalam menghadapi Pilpres 2019.

"Apakah kemudian Jabar menentukan konstelasi pilpres, kami akan cermati itu,"Hasto menandaskan.

Berdasarkan hasil quick count versi lembaga survei Indikator yang telah selesai dihitung pada pukul 20.21 WIB, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) unggul dari semua paslon.

Rindu memperoleh 34,33 persen suara, disusul Sudrajat-Ahmad Syaikhu (29,28), Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (24,92), dan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan dengan hanya 11,47 persen suara. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top