Pilkada Jabar 2018

Dedy Mizwar Protes Larangan Peserta Pilkada Main Sinetron

publicanews - berita politik & hukumIklan sinteron yang dibintang Deddy Mizwar di Stasiun SCTV untuk Ramadhan. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Bandung - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melarang peserta pilkada terlibat dalam program acara televisi. Ketentuan ini mendapat reaksi tim sukses paslon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Duo DM).

"Aturan ini sebenarnya untuk siapa? Apakah untuk semua peserta Pilkada yang ikut Pilkada 2018 ini atau hanya untuk satu orang calon saja,” kata Wakil Ketua Tim Pemenangan Duo DM Asep Wahyudi.

Menurut Asep, larangan tersebut sangat tendesensius. Ia mengatakan Deddy Mizwar berlatar sebagai bintang film dan pesinetron. Profesi itu sudah dijalani sebelum pilkada, Deddy juga selalu tampil rutin di stasiun TV. "Itu sudah rutin, tidak hanya menjelang Ramadhan," katanya.

Ia bisa menerima larangan itu andaikan peserta pilkada mendadak alias menjelang pilkada menjadi pesinetron. Asep mengakui akan ada sinetron yang dibintangi Deddy di sebuah stasiun tv nasional. Namun, ia meyakini Deddy tidak ada upaya pencitraan ataupun membawa simbol-simbol pilkada.

Diketahui KPI telah mengeluarkan surat Edaran Nomor 68 Tahun 2018. KPI berwenang mengeluarkan peringatan kepada lembaga penyiaran manapun yang melibatkan calon kepala daerah dalam drama, sinetron, ataupun seni peran lainnya.

Komisioner KPI untuk Gugus Pilkada, Nuning Rodiah, mengatakan aturannya tegas, 1x24 jam program tayangan yang melanggar harus dicabut. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top