Ketua Panwaslu Makassar Diteror dengan Ayam Mati

publicanews - berita politik & hukumPanwaslu Kota Makassar menggelar musyawarah perdana penyelesaian sengketa Pilkada, Minggu (6/5). (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Makassar - Polisi masih memburu dua pelaku yang melakukan teror terhadap Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Makassar Nursari.

Berdasar rekaman CCTV di depan rumah Nursari diketahui pelaku dua orang mengendarai sepeda motor. Saat kejadian, Senin (7/5) pukul 04.47 Wita, seorang pelaku turun dari motor dan memegang sesuatu dan diletakkan di pagar rumah.

"Pria tersebut meletakan secari kertas dan ayam yang telah disembelih," kata Humas Panwaslu Makassar, Mohammad Maulana, Senin siang.

Di dalam kertas tersebut bertuliskan, 'Ketua Panwas, Awas.' Maulana mengatakan kasus tersebut masih ditangani aparat kepolisian.

Diketahui, saat ini Panwaslu Kota Makassar sedang menyidangkan gugatan sengketa pemilihan walikota Makassar. Pasangan Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) sebagai pemohon musyawarah sengketa dan pihak termohon KPU Makassar.

DIami mempersoalkan SK No 64 yang menetapkan satu pasangan calon dan diskualifikasi petahana Walikota Makassar itu.

Keputusan KPU dikeluarkan setelah ditolaknya kasasi ke Mahkamah Agung. MA menguatkan keputusan PT TUN Kota Makassar.

Sebelumnya, PT TUN mengabulkan gugatan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi yang mempersoalkan pembagian telepon seluler kepada Ketua RW se-Makassar yang dilakukan Ramdhan sebagai bentuk pelanggaran pemilu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top