Pilgub Maluku 2018

AJI Bantah Ada Jurnalis Jadi Tim Sukses Paslon Gubernur Maluku

publicanews - berita politik & hukumKetua AJI Kota Ambon Abdul Karim Angkotasan dan wartawan 'Rakyat Maluku' Sam Hatuina melaporkan tindak kekerasan di Polda Maluku, 29 Maret 2018. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sejumlah massa mengatasnamakan Aliansi Maluku dan Maluku Utara mengadakan aksi demo di kantor Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (17/4) siang. Mereka menuding ada jurnalis yang menjadi tim sukses salah satu pasangan calon gubernur dalam Pilkada Maluku.

Mereka menuntut Dewan Pers memberi sanksi kepada wartawan tersebut yang telah melakukan politik praktis.

Tuntutan serupa disampaikan Aliansi Pemuda Maluku dan Maluku Utara (APM2U). Dalam rilisnya mereka menyebut ada oknum wartawan yang menjadi kader dan tim sukses salah satu kandidat gubernur dalam Pilkada 2018.

Namun hal itu dibantah Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI). Dalam keterangannya, AJI mengatakan tidak ada bukti keterlibatan jurnalis sebagai anggota parpol atau menjadi anggota tim sukses kandidat tertentu.

Kasus ini bermula ketika wartawan harian Rakyat Maluku sekaligus Ketua AJI Ambon Abdul Karim Angkotasan dan wartawan Rakyat Maluku Sam Usman Hatuina melakukan liputan acara ngopi bareng calon gubernur Maluku Said Assagaff di rumah Kopi Lela, Jalan Sam Ratulangi, Ambon.

Intimidasi Jurnalis, AJI Ambon Laporkan Cagub Maluku ke Polisi

Acara yang dihadiri sejumlah pejabat daerah itu berujung tindak kekerasan yang dilakukan terhadap kedua jurnalis tersebut. Mereka dipaksa menghapus seluruh foto, bahkan ada tindak pemukulan.

Atas kasus itu, aparat kepolisian telah meminta keterangan terhadap tujuh saksi. Sebanyak 3 saksi dari wartawan dan 4 orang dari pemilik warung kopi Lela, karyawan, dan tukang parkir.

Koordinator Wilayah IV (Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara) Pengurus Nasional AJI, M Ridwan Lapasere menegaskan, kasus ini harus diselesaikan secara hukum.

AJI menginginkan tidak ada upaya negosiasi dalam menyelesaikan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum pejabat pemerintahan serta tim sukses pasangan calon Gubernur Maluku Said Assagaff.

Kemarin, Ketua Umum APM2U Ali Fanser Marasabessy menggelar konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Ia menuduh Sam Usman Hatuina sebagai kader PDIP dan tim sukses salah satu kandidat Gubernur Maluku. Ia mengaku memiliki bukti-bukti.

Pilgub Maluku 2018 diikuti oleh tiga paslon. Sesuai nomor urut, mereka adalah petahana Said Assagaff-Anderias Rentranubun, Murad Ismail-Barnabas Ornoyang, dan paslon independen Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath. Paslon nomor satu diusung Partai Demokrat, PKS, dan Golkar. Adapun nomor urut dua disokong oleh PDIP, PAN, Gerindra, dan Nasdem. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top