Potensi Korupsi di Pilkada, Emil: Tergantung Niat

publicanews - berita politik & hukumRidwan Kamil. (Foto: jabarprov.go.id)
PUBLICANEWS, Bandung - Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo soal peserta Pilkada berpotensi jadi tersangka kasus korupsi.

Ia tidak menampik sinyal praktik korupsi pada pilkada serentak 2018. Namun, menurutnya, semua tergantung kepada niat para peserta pilkada tersebut.

"Segala sesuatunya kembali kepada niat. Pilihannya ketika berniat jadi pemimpin apakah mau mencari nafkah atau memang murni pengabdian?" kata Ridwan kepada wartawan, Sabtu (10/3).

Menurut Emil, sapaan akrabnya, calon kepala daerah melakukan tindak korupsi karena untuk memperkaya diri.

"Ketika sudah tahu gaji dan penghasilan relatif kecil, terus maksa menjadi pemimpin dan berharap mendapat penghasilan besar. Berarti ada yang salah dengan niatnya," katanya. 

Menjadi calon pemimpin, ujar Walikota nonaktif Bandung itu, bukan hanya modal kemampuan cara memimpin. Tapi juga harus memiliki pengabdian luar biasa untuk memajukan daerah dan mensejahterakan rakyatnya.

"Murni mengabdi kepada rakyat, bukan berorientasi cara-cara memperkaya diri sendiri dengan korupsi," ia menambahkan.

Tanpa korupsi, ujar Emil, pemimpin mampu bekerja tanpa merasa kekurangan. Ia juga menekankan gaya memimpin yang sederhana.

"Berbagai fasilitas yang diterima kepala daerah, insya Allah, sudah mencukupi untuk mendukung operasional dan kinerja," katanya.

Untuk mencegah praktik korupsi, harus ada transparasi, salah satunya pemanfaatan teknologi. 

"Proses perizinan di-online-kan, enggak ada head to head (tatap muka) masyarakat dengan petugas perizinan. Potensi korupsi dan pungli jadi sangat minim," ujarnya. (imo)`

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top