Bawaslu Temukan 1 Juta Identitas Ganda

publicanews - berita politik & hukumKetua Bawaslu Abhan. (Foto: Bawaslu)
PUBLICANEWS, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu ( awaslu) menemukan 1.013.067 identitas pemilih ganda pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Atas hasil temuan itu, Bawaslu akan segera melakukan koordinasi dengan KPU Kabupaten/Kota.

Jumlah tersebut berasal dari analisis terhadap 285 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota di Indonesia dengan keseluruhan 91.001.344 pemilih. "Ditemukan data sebanyak 1.013.067 identitas pemilih ganda," ujar Ketua Bawaslu Abhan dalam keterangan tertulis, Senin (10/9).

Bawaslu menganalisis berdasar tiga elemen data, yaitu nomor induk kependudukan (NIK), nama, dan tanggal lahir pemilih. Menuru Abhan Bawaslu juga akan melakukan pencermatan dan koreksi atas pemilih yang tidak memenuhi syarat namun masih tercantum dalam DPT.

"Ada pula pemilih yang memenuhi syarat tetapi tidak masuk dalam DPT. serta kesalahan elemen informasi dalam DPT," kata Abhan.

Analisis dan pencermatan akan terus dilakukan terhadap seluruh kabupaten/kota seluruh Indonesia hingga 16 September mendatang.

Adanya pemilih ganda ini pernah pula dilaporkan sekretaris jenderal partai politik pengusung pasangan bakal calon Presiden Prabowo Subianto dan calon Wakil Presiden Sandiaga Uno

Tercatat 25 juta identitas ganda dari 137 juta pemilih yang terdaftar dalam DPD milik Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, KPU membantah mencapai jumlah tersebut. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top