Pilkada 2020

MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilgub Kalsel

publicanews - berita politik & hukumCalon Gubernur Kalsel Denny Indrayana memenangkan gugatan di MK, Jumat (19/3). (Foto: Instagram/dennyindrayana99)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman memutuskan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) di seluruh TPS di enam kecamatan dan 24 TPS di Kecamatan Binuang (Kabupaten Tapin), Kalimantan Selatan.

Keputusan pemungutan suara ulang diambil dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan Tahun 2020 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (19/3).

"Seluruh TPS di Kecamatan Banjarmasin Selatan (Kota Banjarmasin), Kecamatan Sambung Makmur, Kecamatan Aluh-Aluh, Kecamatan Martapura, Kecamatan Mataraman dan Kecamatan Astambul (Kabupaten Banjar) dan 24 TPS di Kecamatan Binuang (Kabupaten Tapin)," kata Anwar Usman.

Keputusan MK tersebut berarti membatalkan surat keputusan KPU Kalsel dalam penetapan rekapitulasi perolehan suara Pilgub Kalsel tahun 2020 pada tanggal 18 Desember 2020.

Saat itu KPU menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Sahbirin Noor dan Muhidin unggul. Petahana dinyatakan menang sebanyak 8.127 suara dari pasangan nomor urut 2 Denny Indrayana dan Difriadi Derajat.

Selisih 8.127 Suara dalam Pilgub Kalsel, Denny Indrayana Gugat ke MK

PSU diperintahkan dilaksanakan paling lambat 60 hari kerja sejak keputusan tersebut. Kemudian memerintahkan petugas KPPS dan PPK yang baru guna menjamin penyelenggaraan pilkada berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia (luber) serta jujur dan adil (jurdil).

Dalam PSU tersebut, MK juga memerintahkan suervisi KPU pusat ke KPU provinsi Kalsel hingga berjenjang ke kabupaten dan kota termasuk Bawaslu yang juga melakukan hal serupa.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Kalsel Supian HK mewakili paslon nomor urut 1 menerima keputusan MK tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pilihan rakyat pada PSU nanti.

Sedangkan Denny Indrayana mengatakan MK telah memenangkan gugatannya. "Itu harus kita syukuri dan harus kita persiapkan dengan jauh lebih matang," kata mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM itu melalui keterangan video, Jumat malam.

Dalam Pilkada seretantak KPU Kalimantan Selatan menetapkan Sahburun-Muhidin meraih 851.822 suara atau 50,24 persen suara sah. Sedangkan Denny Indrayana-Difriadi Derajat mengumpulkan 843.695 suara atau 49,76 persen. Selisih tipis. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top