Denny Indrayana Dituding Palsukan Keterangan dalam Gugatan Pilkada

publicanews - berita politik & hukumDenny Indrayana menunjukkan bansos sebagai politisasi kampanye Pilgub 2020. (Foto: Instagram/dennyindrayana99)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kuasa hukum petahana pasangan Paman BirinMU menemukan dugaan tindak pidana dari bukti yang dihadirkan pemohon gugatan di Mahkamah Konstitusi. Pidana itu adalah pemalsuan dokumen keterangan Komisioner KPU Banjarmasin.

Kuasa hukum Paman BirinMu (Sahbirin-Muhidin) Andi Syafrani mengatakan, pemohon yaitu H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D) berpotensi diduga kuat melakukan tindak pidana.

"Komisioner KPU Banjar mengaku tidak memberikan pernyataan dalam dokumen yang diajukan oleh pemohon,” ujar Andi dalam keterangannya, Selasa (23/2).

Andi akan segera melayangkan laporan ke kepolisian. "Pemalsuan dokumen ini tentu merugikan komisioner KPU Banjar karena mereka terancam dapat dituntut melanggar kode etik sebagai penyelenggara pemilu," ia menjelaskan.

Sengketa hasil Pilkada Kalimantan Selatan ditangani hakim MK Aswanto, Suhartoyo, dan Daniel Yuamic P Foekh. Kasus tersebut masuk dalam nomor perkara 124 PHP Pilkada Kalimantan Selatan.

Dalam gugatanya, Denny yang merupakan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM itu menilai petahana telah memanfaatkan bantuan sosial Covid-19 sebagai kampanye terselubung.

"Politisasi bansos sembako berisi beras petahana kurang lebih telah beredar puluhan ribu paket sembako yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan," bunyi gugatan Denny. Guru Besar Hukum UGM itu melibatkan mantan juru bicara (jubir) KPK Febri Diansyah sebagai kuasa hukum H2D.

KPU Kalimantan Selatan telah menetapkan perolehan suara Paman BirinMu unggul 8.127 dibanding H2D. Paman BirinMu diusung Golkar, PAN, PDIP, Nasdem, PKS, PKB, serta didukung PSI, PKPI dan Perindo meraih 851.822 suara atau 50,24 persen.

Sedangkan pasangan H2D yang diusung Partai Gerindra, Demokrat, dan PPP, sebanyak 843.695 suara atau 49,76 persen. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top