Gibran Menjawab Isu Pengepul KTP Lewat Suara Bajo

publicanews - berita politik & hukumGibran Rakabuming Raka. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Solo - Gibran Rakabuming Raka menang mudah melawan pasangan penjahit-Ketua RW, Bagyo Wahyono-FX Suparjo (Bajo) dalam Pilwakot Solo. Kemenangan itu sudah dirayakan berdasar hasil hitung cepat banyak lembaga survei, seperti Charta Politik, dengan 87,15 persen suara, Rabu (9/12).

Kemenangan Gibran sudah diprediksi sejak awal. Gibran sudah melesat, bahkan sejak mendapat KTA PDIP hingga restu dari Megawati Soekarnoputri. Anak sulung Presiden Joko Widodo itu membuat calon DPC PDIP Achmad Purnomo harus tereliminasi.

Kemenangan itu kian nyata ketika semua parpol bagai tidak mempunyai calon lain kecuali suami Selvi Ananda tersebut. PKS yang mempunyai 5 kursi DPRD Solo dibuat kehilangan kawan. Satu-satunya Demokrat yang tidak berkursi di dewan akhirnya malah lebih memihak Gibran.

Pengusaha Markobar dengan kekayaan Rp 22 miliar itu didukung koalisi gemuk. Suara perlawanan dari dalam kandang banteng yang tetap menghendaki petahana Wakil Walikota Achmad Purnomo kian menghilang seiring undangan Jokowi kepada Purnomo ke Istana yang memberitahukan rekomendasi Mega kepada Gibran bukan tokoh senior PDIP itu.

Perlawanan justru terdengar dari komunitas Tikus Pithi Hanata Baris. Ketua ormas tersebut Tuntas Subagyo mengklaim mengusung calon independen untuk Solo dan 25 kabupaten/kota meski hanya Blitar dan Solo yang bisa masuk tahap verifikasi KPU.

Tuntas membantah Bajo sekadar pajangan alias boneka melawan Gibran agar tidak disandingkan dengan kotak kosong. Pernyataan serupa juga ditegaskan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo.

"Wong Gibran belum nyalon Bagyo itu sudah menggalang kekuatan kok. Bagyo itu sudah setahun lalu bergeraknya. Rakyatku, aku to ngerti lah yo," kata Rudy yang Walikota Solo itu, akhir Agustus lalu.

Gibran pun tampaknya tidak suka disebut akan melawan kotak kosong meskipun ada nama Bajo. "Jangan setiap hari ngasih narasi negatif kotak kosong-kotak kosong. Di Solo itu ada independen yang sedang berjuang. Jangan diplesetkan ke sana," ujar Gibran saat bertemu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Bajo memang kemudian mulus memenuhi syarat administrasi dengan 38.831 dukungan bahkan rekap KTP yang dikirim 38.870. Sebelumnya, pada rekapitulasi verifikasi awal hanya 28.629. Kemudian ada tambahan 10.202 syarat dukungan KTP dalam tempo relatif singkat.

Namun, memang setelah pencoblosan perolehan suara Bajo justru malah turun dibanding KTP dukungan saat verifikasi. Berdasar hasil real count Basawaslu Solo, Jumat (11/12), dari 1.231 TPS alias sudah 100 persen, Bajo mendapatkan suara 35.302 suara atau 13,55 persen.

Gibran yang berpasangan dengan Sekretaris DPC PDIP Teguh Prakosa memperoleh 225.148 suara atau 86,45 persen. Angka-angka tersebut mendekati hasil hitung cepat banyak lembaga survei.

Hasil riil tersebut menunjukkan adanya perbedaan pendukung Bajo saat awal verifikasi dan hasil coblosan. Ada selisih sebanyak 3.568 suara yang mungkin beralih memilih Gibran.

Gambaran itu menunjukkan tidak ada penambahan suara dari daftar awal di hari pencoblosan. Hal itu bertolak belakang dengan klaim ormas pengusung Bajo yang menjanjikan 80 persen suara kemenangan untuk paslon Bajo.

Namun, hasil itu menunjukkan soliditas dari para pemilih Bajo sejak awal. Bahkan, di tempat Gibran mencoblos di TPS 22, Bajo masih unjuk gigi dengan mendapatkan 24 suara dibanding 171 suara Gibran-Teguh, dan 13 surat suara rusak.

Apakah kemudian jumlah pemilih Bajo selaras dengan KTP pendukung awal dalam verifikasi pencalonan Bajo? Memang masih perlu penelisikan, meskipun jumlah hasil suara dan pendukung awal tidak terpaut jauh.

Munculnya fenomena pengepul KTP untuk calon independen, sebagaimana diungkap sebuah laman berita, bagai dijawab Gibran lewat hasil Pilkada tersebut. Para pelaku pengumpul alias pengepul KTP memang tak bisa dipungkiri. Apakah itu untuk menyukseskan pencalonan Gibran agar tidak melawan kotak kosong, masih perlu afirmasi.

Setidaknya, hasil Pilkada Solo menunjukkan solidnya pendukung Bajo. Pasangan rakyat itu telah mengakui kekalahan. Namun, ia kembali menantang pada Pilkada 2024. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top