Tindak Tegas Bagi yang Halangi Tugas Pengawas Pilkada

publicanews - berita politik & hukumAnggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar. (Foto: antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Banyak masalah dihadapi pengawas kampanye di lapangan. Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar mengingatkan jajarannya harus memiliki kepercayaan diri serta tegas. Jangan takut.

"Karena bapak ibu bertugas berdasarkan Undang-Undang. Siapapun tidak boleh menghalang-halangi pengawas saat bertugas" kata Fritz kepada wartawan, Senin (9/11).

Upaya menghalang-halangi tugas pengawas pemilu, Fritz menambahkan, dapat dikenakan pelanggaran terhadap UU Nomor 1 Tahun 2015 yang telah diubah melalui UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 198A.

"Jelas dikatakan dalam UU ini bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindak kekerasan atau menghalangi penyelenggara Pilkada dalam menjalankan tugasnya, bisa dipidana," ujarnya.

Bawaslu menyadari apa yang telah dilakukan oleh pengawas pemilu tidaklah seimbang dengan kompensasi yang diterima. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 sekarang ini.

Fritz mebegaskan, Bawaslu RI maupun Provinsi, Kabupaten/Kota, Panwascam, sampai pada Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) memiliki kewenangan yang sama.

"Hanya saja yang membedakan saya dengan Bapak/Ibu hanya tingkatan saja, lakukan tugas dengan percaya diri. Bertindak tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top