Bawaslu Harus Lebih Jeli Melihat Kampanye di Medsos

publicanews - berita politik & hukumAnggota Bawaslu Fritz Edward Siregar. (Foto: rumahpemilu.com)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bawaslu meminta pengawasan media sosial (medsos) harus lebih jeli dan ditingkatkan lagi mengingat banyak potensi terjadi pelanggaran.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan, berkaca pada Pilpres 2019, ia melihat banyak konten medsos yang dibuat-buat seakan adalah milik salah satu pasangan calon (paslon).

"Jadi harus kita lihat percakapan yang terjadi di medsos merupakan sebuah geunine (asli) atau fabricated. Jadi itu yang menurut saya yang harus dibedakan," kata Fritz saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (21/10).

Ia mengimbau semua pihak lebih hati-hati dalam melihat suatu konten medsos yang berisi tindakan politik secara individual. Bawaslu bisa mengambil langkah jika ada yang memprovokasi atau menunggangi suatu obrolan di medsos.

Menurutnya, medsos menjadi hak masyarakat untuk berbicara dan harus dilindung. Oleh karena itu ia meminta jajarannya lebih jeli terhadap pembatasan yang berisiko. "Atau tindakan-tindakan individual yang sengaja men-'drive' percakapan itu terjadi," ia menjelaskan.

Hoaks atau kampanye hitam, Fritz menambahkan, adalah bentuk kejahatan yang bisa ditindak karena menggiring opini yang muncul di publik. "Itu saya rasa PR yang harus kita lihat supaya tidak terjadi kembali," is menegaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top