Istri Beda Kubu, Bupati Semarang dan Anaknya Dipecat PDIP

publicanews - berita politik & hukumBintang Narsasi Mundjirin (kiri) bersama Bupati Mundjirin dalam suatu kegiatan pemerintahan di Kabupaten Semarang. (Foto: Ungarannews)
PUBLICANEWS, Semarang - Bupati Semarang Mundjirin dan anaknya anggota DPRD Semarang Biena Munawa Hatta menerima keputusan pemecatan dari keanggotaan PDIP. Keduanya dianggap melakukan pelanggaran berat karena istri Mundjirin, Bintang Narsasi, menjadi calon bupati tetapi tidak diusung partai banteng.

"Karena sudah dinyatakan pelanggaran berat, maka kami tak bisa apa-apa," kata Mundjirin saat ditemui di Kantor Bupati Semarang, di Ungaran Barat, Jawa Tengah, Jumat (2/10).

Bupati dua periode itu mengaku tidak akan melakukan gugatan. Ia dan anaknya menerima keputusan tersebut. "Kami berdua tak akan melakukan gugatan. Sudah dinyatakan salah kok. Kami terima dengan ikhlas," ujar pria 67 tahun itu pasrah.

Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Kabupaten Semarang The Hok Hiong mengatakan, surat pemecatan Mundjirin dan Biena diteken Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada Senin (28/9) lalu. DPC PDIP Kabupaten Semarang kemudian meneruskan titah Megawati pada Kamis kemarin.

Saat ini The Hok Hiong tengah menyiapkan pergantian antarwaktu (PAW) untuk Biena. “Atas nama partai kita akan bersurat agar fraksi segera mengurus pemecatan saudara Biena sebagai anggota fraksi, kita harus mematuhi instruksi DPP,” ujar The Hok Hiong.

Mundjirin dan Biena dianggap tidak mematuhi instruksi PDIP untuk mengusung petahana Wakil Bupati Ngesti Nugraha yang berpasangan dengan HM Basari. Pasangan yang disingkat Ngebas ini selain diusung PDIP yang memiliki 17 kursi DPRD dan didukung PKB (5), Partai Demokrat (2), dan Hanura (2).

Sementara Bintang Narsasi berpasangan dengan Gunawan Wibisono. Pasangan dengan nama singkatan Bison ini dijagokan PPP (6), PKS (4), Gerindra (4), Golkar (3), Nasdem (3), dan PAN (4).

Bintang mengatakan sebagai seorang ibu, ia tidak tega melihat anaknya harus menerima kenyataan harus dipecat dari partai. "Dia sekarang dalam perjalanannya bagai simalakama," kata Bintang sambil menitikkan air mata. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top