Medan

GNPF Ulama Duga Karena Ada Anak Jokowi Pilkada Tak Ditunda

publicanews - berita politik & hukumKetua Pokja Pilkada GNPF-Ulama Sumut Tumpal Panggabean. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Medan - GNPF-Ulama Sumatera Utara terus mengupayakan agar Pilkada serentak ditunda. Selain mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Medan, mereka juga mengumpulkan petisi masyarakat.

Ketua Pokja Pilkada GNPF-Ulama Sumut Tumpal Panggabean menduga Presiden Joko Widodo tetap ingin menggelar Pilkada di tengah pandemi Covid-19 karena anak dan menantu ikut maju dalam pesta demokrasi itu.

Ia berharap pemerintah tidak memaksakan kehendak. "Jangan gara-gara anak dan menantunya maju Pilkada, lalu keselamatan orang ramai, keselamatan rakyat tidak diperhatikan," kata Tumpal kepada wartawan, Selasa (22/9).

GNPF, ia menambahkan, berpandangan Pilkada tetap bisa dijalankan jika vaksin virus Corona sudah ditemukan. Ia berharap Jokowi dan DPR serta KPU berpikir jernih

"Situasi ini semakin tidak baik, kecuali Presiden, pemerintah, sudah menemukan vaksin dan bisa memberi vaksin kepada rakyat. Ada jaminan. Kalau seperti ini kan tidak ada," ujarnya.

Tumpal menegaskan akan terus berjuang dan berharap majelis hakim PN Medan bisa menerima gugatannya. "Kita akan terus berjuang sampai akhir, PN kan belum menyidangkan gugatan kita, jadi masih berharap PN berpikir jernih," katanya.

Pekan lalu, sejumlah elemen masyarakat yang dimotori GNPF Ulana-Medan menggugat KPU-Bawaslu ke PN Medan. Tumpal menjelaskan, Medan merupakan zona merah Covid-19 sehingga bila tetap dilaksanakan akan menjadi Pilkada horor. Tidak hanya pada saat pencoblosan, melainkan juga rangkaian dari tahapan kampanye, seperti sejak pendaftaran hingga tahap kampanye.

Dalam Pilkada mendatang anak sulung dan menantu Jokowi, yaitu Gibran Rakabuming Raka di Solo dan Bobby Nasution di Medan maju sebagai calon walikota di kota masing-masing. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top