Giliran Muhammadiyah Imbau Pilkada Ditunda

publicanews - berita politik & hukumSekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengusulkan Pilkada serentak ditunda pelaksanaannya. Permintaan itu didasarkan alasan kemanusiaan di masa pandemi Covid-19.

"Muhammadiyah mengusulkan agar pelaksanaan Pilkada 2020 dipertimbangkan dengan seksama untuk ditunda pelaksanaannya," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/9).

Mu'ti mengingatkan keselamatan masyarakat jauh lebih utama dibandingkan dengan pelaksanaan pilkada yang bisa memicu terjadinya klaster penularan Covid-19.

"Kita lihat baru pendaftaran dan sosialisasi saja terjadi klaster-klaster baru. Bahkan kita lihat kekhawatiran semua pihak pelaksanaan pilkada enggak mematuhi protokol, perayaan-perayaan dilakukan, dan pengumpulan massa terjadi," Mu'ti menambahkan.

Permintaan agar KPU, Kementerian Dalam Negeri, dan DPR menunda perhelatan Peilkada juga disampaikan Ketua Umum PB NU Said Aqil Siradj, kemarin. Penundaan tersebut sebagai upaya melindungi kelangsungan hidup (hifdz al-nafs) dengan protokol kesehatan sama pentingnya dengan menjaga kelangsungan ekonomi (hifdz al-mâl) masyarakat.

"Prioritas utama kebijakan negara dan pemerintah selayaknya diorientasikan untuk mengentaskan krisis kesehatan,” ujar Said.

Desakan agar pesta demokrasi yang melibatkan 316 bapaslon di 243 daerah juga disampaikan Presidium KAMI Gatot Nurmantyo. "Bisa jadi pelanggaran terhadap amanat konstitusi dan melanggar janji Presiden Joko Widodo sendiri yang pernah menyatakan akan mengutamakan kesehatan dari pada ekonomi," kata mantan Panglima TNI itu dalam rilisnya, Senin pagi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Pembaca Setia @iniakulho21 September 2020 | 15:14:26

    Iya lah...pake akal sehat aja...jangan syahwat politik yg digedein, rakyat dikorbankan. TUNDA!!!

Back to Top