Erwin Aksa Nilai Eep Saefulloh Ingkari Hasil Survei Pilwakot Makassar

publicanews - berita politik & hukumEep Saefulloh Fatah. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Makassar - Tim pasangan calon walikota Makassar Munafri Ariefuddin (Appi)-Rahman Bando memecat Eep Saefulloh Fatah dan lembaga survei miliknya PolMark Indonesia. Tim sukses paslon ini dimotori pengusaha Erwin Aksa.

Juru Bicara paslon, Fadli Noor, menilai Eep mengingkari hasil survei yang pernah dipresentasikan dengan bayaran Rp 1,5 miliar. Dalam presentasinya Eep mengatakan hasil survei elektabilitas Appi-Rahman tertinggi.

"Menjadi aneh ketika Eep dan Polmark mengingkari informasi itu," ujar Fadli Noor dalam siaran pers kepada wartawan, Selasa (15/9).

Menurut Ketua PSI Sulsel itu, dalam infografis yang memuat tulisan 'Survei Polmark Indonesia' dan foto Eep Saefulloh itu, elektabilitas Appi-Rahman mengungguli pasangan lain.

Namun Eep mengingkari infografis tersebut, ia bahkan membantah elektabilitas Appi-Rahman 31,7 persen, mengungguli pasangan Danny-Fatma 26,8 persen, Ical-Fadli 14,4, dan Irman-Zunnun 3,4 persen.

Kemarin Erwin Aksa menegaskan telah mengusir Eep dan PolMark dari Makassar. "Kami nyatakan bahwa Polkmark sudah kita usir,” kata pengendali tim Appi-Rahman tersebut.

Keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu marah atas sikap Eep. Ia menunjukkan kontrak kerja sama senilai Rp 1,5 miliar dan foto gepokan uang pembayaran PolMark.

Sebelumnya, Eep membantah infografis keunggulan pasangan Appi-Rahman tersebut sebagai hasil survei PolMark. Namun, suami pembaca berita Sandrina Malakiano tersebut belum bersedia bicara banyak.

“Saya gak bersedia kasih komen apapun selain penjelasan yang sudah saya buat itu, mohon dihormati,” kata Eep dalam pesan pribadinya, kemarin. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah19 September 2020 | 18:00:55

    Ngotot amat mau menang. Haus haus haus.

Back to Top