Larang Adik Ipar Maju Pilkada, Jokowi Dinilai Tak Konsisten

publicanews - berita politik & hukumAdik ipar Presiden Joko Widodo, Wahyu Purwanto. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta adik iparnya Wahyu Purwanto mundur dari pencalonan Bupati Gunung Kidul, Yogyakarta. Bahkan, Jokowi menemui Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh agar membatalkan dukungan pada adik Ibu Negara Iriana tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai ada ketidakkonsistenan Jokowi. "Sikapnya tidak konsisten. Mestinya, kalau di sini tak mendukung, ya, di sini juga jangan didukung, anak dan menantunya," kata Mardani di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7).

Anak dan menantu, ia menambahkan, jauh lebih dekat ketimbang ipar. "Harusnya satu sikap. Apalagi pimpinan, pimpinan itu enggak boleh ada keraguan. Dia harus firm, lugas, tegas, jelas," ia menegaskan.

Mardani kemudian menyinggung salah satu tuntutan saat reformasi, yakni pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). "Ketika Presiden, tanda kutip, membiarkan anak dan menantu maju, beliau kan selalu bilang 'Saya tidak akan kampanye' tapi babnya KKN nepotisme. Salah satu yang kita ingin hilangkan saat tuntutan rakyat di reformasi, sekarang orang nomor 1 mempraktikkan," ujarnya.

Wahyu telah mundur dari kontestasi Pilkada Kabupaten Gunungkidul pada Senin (26/7). Saat mundur Wahyu mengatakan mematuhi arahan Jokowi dan Surya. "Tentunya kalau beliau mengarahkan seperti itu pasti melihatnya sudah jauh ke depan," katanya.

Ia mengatakan akan berkiprah dalam bidang sosial di Gunungkidul dengan mengembangkan sektor pertanian. Ia mencontohkan pengeboran air di tengah keringnya lahan di kawasan selatan Yogyakarta itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top