Data Pemilih Bocor, Komisioner KPU Perlu Dirombak Total

publicanews - berita politik & hukumBeredar di media sosial jutaan data pemilih tetap (DPT) diduga milik KPU RI bocor, Jumat (22/5). (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Beredar di media sosial jutaan data pemilih tetap (DPT) diduga milik KPU bocor, Jumat (22/5). Informasi tersebut beredar dari akun twitter @underthebreach yang membuat pengakuan akan menampilkan 2,3 juta data kependudukan Indonesia dan pemilu.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mendesak seluruh komisioner KPU diberhentikan karena dianggap lalai menjaga keamanan data personal pemilih.

"Jika benar ada kebocoran data personal, bukan data terbuka, maka ini jelas kelalaian luar biasa," kata Dedi dalam rilisnya, Sabtu (23/5).

Menurutnya, kebocoran ini persoalan serius karena menyangkut keamanan data sekaligus integritas KPU sebagai penyelenggara Pemilu.

"Seluruh komisioner tersisa KPU sebaiknya diberhentikan sebagai bentuk tanggung jawab negara pada penduduk," ujarnya.

Dedi menganggap bocornya data pemilih mengindikasikan negara gagal menjamin privasi warga negara. Ia berpendapat sistem keamanan data hasil Pemilu juga berpotensi terancam mudah diretas.

"Saya khawatir data privat warga negara berpotensi disalahgunakan. Lalu masalah integritas hasil Pemilu yang tidak terjamin valid mudah disusupi kejahatan data," ia menuturkan.

Bukan kali ini KPU bermasalah, ia menyebut kasus penyuapan yang melibatkan komisioner juga menambah alasan perlunya perombakan total di struktur KPU.

"Dari total komisioner, dua sudah diberhentikan karena perbuatan tercela, terkait penyuapan dan manipulasi hasil pemilihan," Dedi menjelaskan.

Para komisioner, ia menambahkan, bekerja secara kolektif. Sekarang mereka terbukti gagal menjaga data. Maka pilihan terbaiknya adalah dengan mengganti seluruh komisioner.

"Agar komisioner baru miliki waktu yang cukup menghadapi Pemilu 2024," katanya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top