Masker dan Cuci Tangan Bisa Jadi Modus Kecurangan Pilkada

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mewaspadai penggunaan masker dan mencuci tangan berpotensi menjadi modus baru pelanggaran Pilkada 2020.

Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo menjelaskan, ada potensi kecurangan pada pemungutan suara Pilkada yang rencananya dilakukan Desember 2020. Dalam situasi pandemi, mau tidak mau harus menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau pemilih menggunakan masker, bisa tidak terdeteksi (wajah). Pengawas harus dari lingkungan setempat supaya dia mengenal pemilih secara baik," kata Ratna kepada wartawan, Senin (11/5).

Ia sempat membahas masalah ini dalam Rapat Kerja Teknis Virtual Pencegahan dan Penanganan Pelanggaran Pilkada 2020 Bawaslu se-Sumatera Utara belum lama ini. Ia mengusulkan ada semacam pengaturan bahwa standar protokol kesehatan tetap dijalankan, namun ketika masuk bilik Tempat Pemungutan Suara (TPS), pemilih wajib melepas masker agar wajahnya teridentifikasi panitia.

Selain pengaturan masker, standar mencuci tangan juga diperhatikan. Ratna menegaskan jangan sampai timbul kecurangan menggunakan hak pilih dua kali. Ia khawatir sabun cuci tangan dapat menghilangkan tinta.

"Sebaiknya tinta yang digunakan harus berstandar tinggi dan tidak mudah luntur. Tapi hal ini berkaitan dengan ketersediaan anggaran," ia menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top