Bawaslu Beberkan Penundaan Pilkada ke Forum Internasional

publicanews - berita politik & hukumBawaslu menyampaikan tantangan penundaan Pilkada 2020 di Indonesia kepada Global Network on Electoral Justice (GNEJ) melalui rapat virtual. (Foto: Humas Bawaslu)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bawaslu menyampaikan tantangan penundaan Pilkada 2020 di Indonesia kepada Global Network on Electoral Justice (GNEJ) melalui rapat virtual beberapa waktu lalu.

Ketua Bawaslu Abhan menjelaskan, alasan pilkada yang semula dijadwalkan pada 23 September di 270 wilayah harus ditunda menjadi 9 Desember 2020.

"Tahapan teknis oleh KPU tertunda. Pengawasan oleh Bawaslu pun jeda. Di tengah pandemik covid-19, harus memikirkan persiapan yang matang jika pilkada harus dilakukan 9 Desember 2020," kata Abhan dalam video conference, Selasa (5/5).

Apabila pemungutan suara benar-benar terlaksana 9 Desember 2020, Abhan menambahkan, penyelenggara pemilu akan mengoptimalkan pelaksanaan pemilihan sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19.

"Ini menjadi penting dilakukan demi keselamatan masyarakat sebagai pemilih," ujarnya.

Menurutnya, saat ini penting untuk mengubah metode-metode yang konvensional menjadi virtual guna mencegah penyebaran virus corona, misalnya kampanye virtual dan rekapitulasi suara secara elektronik.

Ia mengungkapkan dalam tahapan pencalonan, proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih serta verifikasi faktual pencalonan syarat dukungan akan menjadi kendala dalam masa pandemi Covid-19.

Meski begitu, ia yakin penyelenggara pemilu akan melakukan penyesuaian selama masa pandemik dengan memperhatiakan prokotol pencegahan Covid-19.

"Semua akan ada protokol pencegahan atau penularan covid-19 jika tahapan pilkada dimulai kembali," ia menegaskan.

Forum dunia ini diikuti Román Jáquez Liranzo, Judge President of the Superior Electoral Court of the Dominican Republic, Katheleen dari Global Strategy and Technical Leadership of IFES Amerika Serikat (AS).

Juga José Luis Vargas Valdez, Justice of the TEPJF of Mexico dan perwakilan hakim daro Spanyol. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top