Pilkada 2020

Bawaslu: Kita Belum Siap e-voting

publicanews - berita politik & hukumKomisioner Bawaslu Moh Afifuddin dalam rapat daring bersama jajaran Bawaslu seluruh Indonesia. (Foto: Humas Bawaslu)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bawaslu menyatakan Indonesia belum siap melakukan pencoblosan dengan e-voting alias pemungutan suara elektronik pada Pilkada 2020.

Komisioner Bawaslu Moh Afifuddin mengatakan, masih banyak yang harus disesuaikan, terutama perubahan regulasi.

"Baik Perppu, Undang-undang, dan peraturan lainnya yang mengharuskan persiapan yang matang. Saya kira belum ya," kata Afifuddin dikonfirmasi wartawan,Kamis (30/4).

Menurutnya, perlu ada kajian lebih banyak lagi terhadap pengadaan e-voting di Indonesia. Ia menyebut beberapa negara yang telah menerapkannya justru banyak yang kembali ke cara konvensional.


Apabila terpaksa dilakukan, Afif menambahkan, penyelenggara pemilu harus konsentrasi pada penyediaan alat, anggaran, dan juga sumber daya manusia.

"Sementara yang bisa dilakukan yakni e-rekap (elektronik rekapitulasi) yang kemungkinan bisa diaplikasikan pada Pilkada 2020," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa sependapat dengan Bawaslu bahwa saat ini yang harus difokuskan adalah penerapan e-rekap rancangan KPU RI.

"Belum memungkinkan (e-voting). Sekarang lebih merancang ke e-rekap untuk Pilkada 2020 dan Pemilu 2024. Jika ada masalah nanti masih bisa manual," ujar Saan secara terpisah. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top