KPU Siapkan Opsi Pilkada Online

publicanews - berita politik & hukumKetua KPU Arief Budiman. (Foto: kpu.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mempersiapkan strategi pelaksanaan Pilkada 2020 jika masih terjadi pandemi Covid-19. Intinya, banyak proses dilakukan secara online atau daring dan mengikuti aturan physical distancing.

"Maka proses verifikasi akan dilakukan secara online dan penempatan bilik TPS dengan jarak berjauhan akan dipersiapkan," kata Arief dalam video conference, Minggu (19/4).

Sebelumnya KPU mengusulkan tiga opsi jadwal pelaksanaan pilkada kepada DPR dan Pemerintah. Namun, ketiga opsi dilakukan apabila kondisi Indonesia telah kembali normal.

"Kita hanya memindahkan yang semula pada September 2020 ke jadwal yang baru. Semua itu dalam kondisi normal, dihitung dengan waktu yang cukup," ujarnya.

Arief memutuskan untuk membuat opsi cadangan agar pilkada serentak tetap terselenggara di tengah pandemi Corona.

Pemuktahiran data pemilih serta verifikasi dukungan calon secara daring menjadi opsi yang disepakati. Lalu imbauan kampanye daring untuk menghindari kerumunan massa.

"Nah itu apakah memungkinkan UU yang mengatur pasal pemuktahiran data pemilih, verifikasi dukungan calon itu semua diubah jadi digital verification," Arief Budiman menjelaskan.

Soal menerapkan tempat pemungutan suara (TPS) dengan jarak yang berjauhan, Arief mengatakan akan ada mekanisme pembatasan kuota pemilih.

KPU masih perlu mendiskusikan penerapan kebijakan ini terlebih dulu dengan pemerintah dan DPR. Hal ini mengingat setiap kebijakan ada konsekuensi yang harus dihadapi.

"Kualitas pilkada harus tetap terjaga punya konsekuensi, konsekuensi anggaran, konsekuensi perubahan aturan," ia menamnahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top