Pilkada 2020 Jatuh 9 November, Pemilih Tetap Harus Jaga Jarak

publicanews - berita politik & hukumIluatrasi tempat pemungutan suara (TPS)
PUBLICANEWS, Jakarta - Anggota Bawaslu Moh Afifuddin mengingatkan pelaksanaan Pilkada 2020 yang ditetapkan 9 November tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

"Protokol pencegahan harus diberlakukan di TPS karena akan ada perjumpaan fisik saat pemungutan suara berlangsung," kata Afif kepada wartawan, Jumat (17/4).

Meski wabah Covid-19 diperkirakan sudah dianggap mereda sebelum hari pemungutan, menurutnya SOP protokol kesehatan harus tetap dilakukan. Pemilih harus tetap menjaga jarak dan menggunakan alat perlindungan diri.

"Jadi harus ada SOP baru masuk TPS yang tentu berbeda dengan pemungutan suara pilkada-pilkada sebelumnya. Salah satunya memakai masker dan handsanitizer," ujarnya.

Antrean sebelum masuk ke TPS juga perlu diperhatikan. Afif merujuk pada pengalaman Pemilu 2019, yakni mengurangi antrean dengan cara memangkas jumlah pemilih per-TPS di tengah corona.

"Pemilih tentunya menjadi perhatian dalam menggunakan suaranya nanti. Mungkin SOP masuk ke TPS agak sedikit berbeda dibanding pemilu kemarin," ia menambahkan.

Terpisah, Kornas JPPR Alwan Ola Riantoby menilai aspek pendidikan pemilih menjadi penting dan harus menjadi perhatian bersama agar partisipasi pemilih meningkat.

"Lalu kerja sama dengan lembaga pemantau pemilu lainnya juga sangat dibutuhkan," katanya.

Alwan juga meminta DPR, pemerintah, dan penyelenggara pemilu merumuskan dengan cermat tahapan, program dan jadwal Pilkada 2020.

"Meski begitu, opsi tersebut masih fleksibel karena tidak ada yang dapat memastikan berakhirnya pandemik Covid-19," ia menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top