Selama Bekerja di Rumah, DKPP Terima 14 Aduan Daring

publicanews - berita politik & hukumPara majelis dalam sidang DKPP. (Foto: Humas DKPP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menerima 14 aduan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) selama diberlakukannya kerja dari rumah atau work from home (WFH).

"Data per 31 Maret 2020, pengaduan yang kita terima melalui online selama WFH adalah 14 aduan," kata Sekretaris DKPP Bernad Dermawan Sutrisno dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/4).

Padahal Sekretariat DKPP telah memberlakukan WFH untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 sejak 17 Maret 2020. Meski begitu, Bernad menyebut selain virus corona, berbagai jenis pelanggaran pemilu juga harus dicegah dan ditangani.

"Kode etik dan integritas penyelenggara pemilu tetap harus ditegakkan meskipun virus corona menjadi pandemi, sehingga DKPP membuka pengaduan online melalui email," ujarnya.

Ia menjelaskan, 14 aduan tersebut nantinya diverifikasi secara formil dan materiil sebelum ditetapkan sebagai perkara.

Selain pengaduan daring, DKPP juga tengah menyiapkan sidang melalui video conference bagi perkara-perkara dugaan pelanggaran KEPP.

Menurut Bernad, terdapat tiga perkara yang sidangnya harus ditunda karena menyebarnya virus Corona.

"Hanya saja, saat itu kami mengirimkan staf DKPP untuk keperluan video conference. Untuk saat ini, kami masih menyiapkan protokol persidangannya," ia menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top